Banjar – Ratusan masyarakat petani dari Kecamatan Mangunjaya, Kabupaten Pangandaran, mendatangi Kantor Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Citanduy di Kota Banjar, Rabu (5/8/2026). Aksi tersebut dipicu oleh krisis air irigasi yang mengancam lahan pertanian mereka.
Dalam aksi tersebut, para petani menyampaikan bahwa sedikitnya empat blok lahan persawahan mengalami kekeringan akibat pasokan air yang dinilai tidak memadai. Mereka mendesak BBWS Citanduy segera mengambil langkah konkret agar musim tanam tidak berujung pada gagal panen.
Selain menyampaikan aspirasi, massa aksi bersikeras ingin bertemu langsung dengan Kepala BBWS Citanduy, Roy, untuk memperoleh penjelasan sekaligus komitmen penyelesaian persoalan yang selama ini dikeluhkan para petani.
Namun, keinginan tersebut belum dapat terpenuhi. Perwakilan BBWS Citanduy yang menemui massa menyampaikan bahwa Kepala BBWS Citanduy, Roy, sedang melaksanakan tugas luar, sehingga tidak berada di kantor. Meski demikian, pihak balai berjanji akan menjadwalkan pertemuan dan duduk bersama para petani setelah Kepala BBWS Citanduy selesai menjalankan tugas dinas, guna membahas solusi atas persoalan irigasi di Mangunjaya.
Sebelumnya, para petani juga menyoroti dugaan adanya perbedaan perlakuan dalam penanganan usulan perbaikan saluran irigasi. Mereka mengaku kecewa karena usulan yang disampaikan belum mendapatkan kepastian, sementara wilayah lain dinilai memperoleh respons yang lebih cepat. Klaim tersebut masih memerlukan klarifikasi dari pihak terkait.
Perwakilan petani menegaskan bahwa aksi tersebut merupakan bentuk perjuangan untuk memperoleh kepastian distribusi air bagi lahan pertanian yang menjadi sumber penghidupan masyarakat. Mereka berharap pemerintah dan BBWS Citanduy segera mengambil langkah nyata sebelum dampak kekeringan semakin meluas.
Hingga berita ini diterbitkan, Kepala BBWS Citanduy, Roy, belum dapat dimintai keterangan secara langsung karena sedang menjalankan tugas luar.
Endang S







