Bupati Bandung Dadang Supriatna Apresiasi Program Ujirohis 

Reformasiaktual.com//KAB.BANDUNG-Bupati Bandung Dadang Supriatna mengapresiasi program Guru Ngaji Umroh Gratis (Ujirohis) yang diluncurkan Yayasan Ummahat Perindu Surga. Menurutnya, ujirohis selaras dengan salah satu program muatan lokal yang dikeluarkannya untuk mensejahterakan guru ngaji di Kabupaten Bandung.
“Program ini merupakan bentuk penghargaan kepada para ustad dan ustadzah. Karena mereka secara sukarela mengayomi, mengajarkan, mendidik nilai-nilai akhlak kepada santrinya agar menjadi generasi yang sholeh dan sholehah,” ungkap bupati di sela kegiatan Pengumuman Peserta Ujirohis di RM. Riung Panyaungan, Banjaran, Sabtu (13/11/2021).
Dadang menuturkan, seiring perkembangan zaman peran guru ngaji semakin luas. Tidak hanya membentuk generasi qurani yang berakhlak mulia, namun juga berperan sebagai agent of change (agen perubahan).
“Tak sedikit masyarakat yang menjadikan guru ngaji sebagai alternatif dalam memberikan ilmu agama bagi buah hatinya. Bahkan berdasarkan penelitian Kemenag (Kementerian Agama) Tahun 1980, bahwa turun dan naiknya kualitas spiritual dan mengaji alquran ada di tangan guru ngaji,” jelasnya.
Orang nomor satu di Kabupaten Bandung itu berharap, program ujirohis dapat menjadi motivasi yayasan lainnya untuk memberikan perhatian yang sama terhadap guru ngaji. Pemerintah daerah sendiri, lanjut bupati, telah menggulirkan program insentif guru ngaji sebagai bentuk apresiasi bagi ustadz dan ustadzah.
“Di Kabupaten Bandung terdapat sekitar 23.000 guru ngaji. Dalam pelaksanaannya nanti kita berikan secara bertahap, di APBD 2022 akan kita anggarkan dulu untuk 18.000 ustad-ustadzah di Kabupaten Bandung,” ucap Kang DS, sapaan akrab bupati.
Kang DS menuturkan, selain mensejahterakan guru ngaji, program insentif tersebut merupakan upaya pemerintah daerah agar anak-anak di Kabupaten Bandung bisa membaca dan mengaji Al-Quran.
“Karena terungkap informasi, sebanyak 18 persen warga Kabupaten Bandung belum bisa membaca Al-Quran secara fasih. Tentunya dengan program ini, saya berharap mereka bisa membantu pemerintah untuk membentuk sumber daya manusia Kabupaten Bandung menjadi generasi qurani,” harapnya pula.
Seusai kegiatan tersebut, Dadang Supriatna juga menghadiri kegiatan Halaqah Moderasi Beragama yang diselenggarakan Majelis Ulama Indonesia Kabupaten Bandung di Grand Sunshine Hotel, Soreang.
Pada acara yang bertema Teguhkan Masyarakat Bedas, bupati menyampaikan beberapa kebijakan, diantaranya menyusun paket kebijakan yang berkiblat pada revitalisasi pendidikan pesantren sebagai role model moderasi beragama di masyarakat.
Kebijakan itu merujuk pada salah satu misi pemerintah daerah untuk bisa menyediakan layanan pendidikan yang berkualitas dan merata di Kabupaten Bandung
“Kebijakan lainnya adalah bagaimana kita akan memperkuat peran keluarga sebagai ruang pembiasaan moderasi beragama. Pendidikan keluarga menjadi modal dalam membentuk SDM berkualitas di Kabupaten Bandung,” tutup Bupati Bandung.
(Eri)


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *