Satresnarkoba Polres Tebo Tangkap Dua Pria di Sungai Bengkal, Sabu 0,23 Gram Disita

Reformasiaktual.com//TEBO – Satuan Reserse Narkoba (Satresnarkoba) Polres Tebo menangkap dua pria berinisial Edi Saputra dan Topan Samudra dalam pengungkapan kasus dugaan tindak pidana narkotika jenis sabu di Kelurahan Sungai Bengkal, Kecamatan Tebo Ilir, Kabupaten Tebo, Jambi, Jumat (16/10/2026). Keduanya diamankan sekitar pukul 10.30 WIB di sebuah rumah kontrakan yang berada di RT 18 RW 06, Kelurahan Sungai Bengkal. Penangkapan tersebut berawal dari informasi masyarakat mengenai dugaan aktivitas transaksi dan pesta narkoba di lokasi tersebut. Kasat Narkoba Polres Tebo, AKP Rahmat Damaiandi mengatakan, anggota opsnal Satresnarkoba Polres Tebo menerima laporan warga sekitar pukul 09.00 WIB. Rumah yang menjadi lokasi penangkapan disebut-sebut merupakan rumah yang disewakan oleh seseorang bernama Aswadi. Setelah melakukan penyelidikan, petugas kemudian mendatangi lokasi dan mengamankan Edi Saputra dan Topan Samudra yang saat itu berada di dalam rumah kontrakan. Pihaknya menegaskan komitmen melakukan pencegahan dan pemberantas narkoba. “Kita akan terus tingkatkan pencegahan juga pemberantasan, kami berkomitmen untuk itu,” katanya. Dalam penggeledahan, polisi menemukan satu paket kecil yang diduga narkotika jenis sabu dengan berat bruto 0,23 gram. Selain sabu, petugas turut menyita dua bungkus plastik klip baru, satu kotak hitam, dua dompet masing-masing berwarna hitam dan merah, serta tiga unit timbangan digital. Polisi juga mengamankan tiga unit telepon genggam, masing-masing merek Infinix Note 30, Samsung A10, dan Oppo A5S. Dua unit sepeda motor, yakni Yamaha Mio merah tanpa nomor polisi dan Honda Scoopy, serta uang tunai sebesar Rp3.627.000 turut disita sebagai barang bukti. Dalam pemeriksaan awal, Topan Samudra mengaku bahwa sabu tersebut merupakan miliknya yang diperoleh dari Edi Saputra. Sementara itu, Edi Saputra mengakui telah menyerahkan sabu kepada Topan. Ia juga menyebut sebagian sabu miliknya dititipkan kepada seseorang bernama Pajril Aswadi. Keterangan tersebut masih menjadi bagian dari proses penyidikan kepolisian untuk mendalami asal-usul narkotika serta kemungkinan keterlibatan pihak lain dalam perkara tersebut.

Tidak Ada Lagi Postingan yang Tersedia.

Tidak ada lagi halaman untuk dimuat.