Tekan angka inflasi, Pemko Bukittinggi Tanam Bawang Merah

Daerah1335 Dilihat

 

Reformasiaktual.com // Bukittinggi – Inflasi adalah kecenderungan harga-harga untuk meningkat secara umum dan terus-menerus.

Asisten II Setdako, Rismal Hadi, menjelaskan, bahan pangan menjadi salah satu pemicu inflasi. Untuk itu, salah satu upaya yang dilakukan Pemerintah Kota Bukittinggi sesuai arahan dari Pemerintah Pusat, dengan penanaman bawang merah, yang dilaksanakan di kawasan pertanian di Kelurahan Kubu Tanjung, Rabu (07/09/2022).

“Agar tidak terjadi penurunan daya beli, setiap daerah diminta mengambil langkah strategis. di Kota Bukittinggi, dilakukan penanaman bawang merah di lahan seluas 1.500 m² dengan jumlah bibit 100 kg, dan juga mengadakan bazar di setiap kecamatan yang ada di Bukittinggi,” ungkapnya.

Wakil Ketua DPRD Bukittinggi, Rusdy Nurman, mengapresiasi upaya pemerintah kota Bukittinggi untuk menekan laju inflasi, melalui sektor pertanian yang sangat dibutuhkan oleh masyarakat.

“Kami pun di DPRD siap memberikan dukungan pada pemerintah dan masyarakat, dalam upaya peningkatan usaha masyarakat bidang pertanian. Beberapa waktu lalu juga diberikan Alsintan dan juga bibit tanaman.

Semoga semua upaya ini, dapat menopang ekonomi masyarakat, laju inflasi tidak terlalu berdampak pada ekonomi masyarakat dan usaha warga, dan di bidang pertanian juga dapat ditingkatkan,” ujarnya.

Sementara itu, Wali Kota Bukittinggi, Erman Safar, menyampaikan, inflasi merupakan peningkatan harga-harga secara umum dan terus menerus. Inflasi dapat merusak perekonomian masyarakat.

“Saat ini harga bahan bahan pangan merangkak naik, ditambah dengan kenaikan minyak dan BBM. Ini tentu akan mempersulit masyarakat.

Untuk itu, kita canangkan penanaman bawang merah. Hal ini dilakukan agar masyarakat tani semakin giat dan meningkatkan produksi pertanian terutama bahan pangan yang mempengaruhi inflasi. Bawang merah dan cabe merupakan salah komoditi pertanian yang menjadi penyumbang inflasi tertinggi di Indonesia, untuk itu perlu adanya gerakan nyata untuk pencegahan inflasi di Kota Bukittinggi,” ujar Erman.

Sumatera Barat, lanjut Wako, berada diperingkat ke 2 inflasi tertinggi di Sumatera. Bukittinggi dan Padang merupakan kota yang dijadikan indikator penilaian inflasi untuk Provinsi Sumatera Barat.

“Apabila kita lihat produktivitas tanaman bawang merah di Kota Bukittinggi cukup tinggi dibandingkan daerah lain di Sumatera Barat. Untuk itu, kita laksanakan kegiatan pencanangan gerakan menanam bawang merah di Kota Bukittinggi. Semoga dapat membantu warga dan meringankan beban mereka yang terdampak karena inflasi,” pungkasnya.

(Adju)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *