Diduga Pekerjaan Tanggul Jembatan di Kampung Padang Mallorie Desa Kading Tidak Sesuai dengan Bestek

Daerah1062 Dilihat

Reformasiaktual.com //BARRU- Salah satu pekerjaan Jembatan di Kampung Padang Mallorie, Dusun Umpungnge, Desa Kading, Kecamatan Tanete Riaja, kabupaten Barru di duga kuat tidak sesuai Gambar. Di karenakan tanggul Jembatan tersebut tidak di gali. bahkan ada Pohon Kayu sisa Potongan tidak di cabut sehingga ikut terpasan di tengah tengah pasangan Batu.

Ungkap beberapa seorang warga sekitar kepada Wartawan saat di temui pada Hari Jum’at (11-11-2022) sekitar Pukul 09:30 yang enggan jati dirinya tidak ingin di sebutkan, kalau tanggul Jembatan tersebut tidak ada Galian seperti pasangan tanggul pada Umumnya, apa lagi Sungai yang di kerja Airnya cukup besar saat musim Hujan seperti ini, maka dari itu kami selaku Warga sekitar kawatir kalau tanggul tersebut tidak bertahan lama. Lanjut.

.Jadi kami sangat mengharapkan kepada pihak pelaksana atau kontraktor pekerjaan Jembatan di Dusun Umpungnge ini bekerja sesuai Gambar, karena kami liat pemasangan Tanggulnya tipis dan miring.begitu juga kami tidak pernah melihat ada pengawas atau Konsultan yang datang melihat pekerja ini, jadi pemborongnya bisa saja menyuruh Anggotanya kerja asal asalan. Jelasnya.

Adapun salah seorang Tukan yang sempat di konfirmasi oleh Wartawan, kalau dia memang tidak pegan Gambar melainkan Hanya melihat Gambar tersebut, itupun Hanya satu kali di lihat. Padahal wajib se’orang tukan pegan Satu (1) Gambar pekerjaan guna menjadikan acuan saat bekerja, jadi wajar saja kalau Awak Media menduga adanya pekerjaan Tanggul Jembatan yang tidak sesuai Bestek alias asal Jadi.

Sekali lagi kami meminta kepada Dinas terkait agar kiranya ada pengawasan bagi pembangunan di beberapa titik di Kabupaten Barru, dan khususnya pekerjaan Jembatan yang masuk Ruas, Bonto Lampe Tokkene agar kiranya mengawasi pekerjaan pembangunan dua (2) Jembatan dalam satu Ruas tersebut. begitu juga Harusnya Konsultan Hadir setiap Hari atau minimal pengawas Konsultan guna memantau jalan pekerjaan jangan hanya mengharapkan persen persen dari Anggaran pembangunan. supaya Kontraktor Kontraktor nakal tidak bermain main menggunakan uang Negaran. Karena kuat dugaan adanya pelaksana yang sering bermain kucing kucingan di lapangan karena lalainya pengawasan dari dinas terkait (PUTR), di Kabupaten.

Bersambung…

Agus

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *