PULUHAN ORANG TUA SISWA DAN SISWI LAPORKAN OKNUM MANTAN KEPALA SEKOLAH SD GARUMUKTI PAMULIHAN KAB GARUT YANG DIDUGA GELAPKAN BANTUAN PIP

PENDIDIKAN923 Dilihat

Reformasiaktual.com//GARUT-
Puluhan warga yang berada di wilayah Kecamatan Pamulihan Pakenjeng Kabupaten Garut Kedatangan nya ke Mapolsek setempat menurut informasi yang dihimpun dari masyarakat setempat pada Minggu lalu oleh tim investigasi Reformasiaktual.com bahwa masyarakat di wilayah setempat geram dengan perbuatan mantan Kepala Sekolah SD Garumukti berinisial SN permasalahan yang terjadi menurut keterangan salah satu orang tua murid yang berhasil di wawancarai melalui no whatsapp kekecewaan dari sekitar 57 orang tua siswa dan siswi dipicu karena dugaan perbutan mantan kepala sekolah anak anak nya terkait adanya dugaan penggelapan Dana bantuan PIP yang terjadi dari tahun 2017 sampai dengan 2022.

Sebut saja IM menyampaikan kekesalan nya kepada tim salah satu tim jurnalis Reformasiaktual.com pada hari Kamis pukul 9:00 melalui no whatsapp pribadinya bagaimana orang tua siswa dan siswi tidak geram terhadap SN ini kami harus memendam tanya besar dan apa yang menjadi hak hak anak anak kami terkait bantuan PIP tersebut merupakan salah satu hal yang sangat diharapkan karena saya sendiri selaku orang tua merasa terbantu sekali dalam meringan kan beban pembiayaan keperluan sekolah anak saya dalam kondisi dan situasi kesulitan Ekonomi, untuk menyekolahkan anak saya agar mendapat materi pendidikan dari staf pengajar yang berada Di SD Garumukti dengan ketidak jelasan dana bantuan tersebut yang menurut saya akar persoalan nya dipicu oleh oknum mantan kepala sekolah SN ini menjadi terganggu dan terus terang aksi dari 57 orang yang mengadukan dugaan penggelapan Bantuan PIP ini adalah bentuk aksi kekesalan saya dan orang tua siswa dan siswi lainya agar mendapat kejelasan terhadap bantuan PIP tersebut.

Harapan nya kata IM dari permasalahan ini kami semua dan 57 orang tua siswa dan siswi ini mengambil langkah melaporkan hal terkait agar mendapat kejelasan dari raib nya dan ketidak jelasan Bantuan PIP tersebut jikapun hak hak dari anak siswa dan siswi tidak dapat diterima mungkin hasil dari proses penyelidikan dan penyidikan yang dilakukan oleh Mapolsek Pamulihan bisa memberikan titik terang tentang ketidak jelasan. Raib nya Bantuan PIP tersebut jangan sampai saya sendiri dan puluhan orang tua siswa dan siswi dilingkungan SD Garumukti memberikan mosi tidak percaya lagi kepada lingkungan SD Garumukti.

Dengan Adanya informasi yang disampaikan oleh salah satu perwakilan orang tua siswa SD terkait tim pun melakukan penelusuran kepada Kapolsek setempat yang sudah dilakukan satu minggu kebelakang tanggal 1 Juni pukul 13 :00 melakukan konfirmasi dan klarifikasi terkait permasalahan dugaan penggelapan Bantuan PIP yang sampai pengaduannya ke tim investigasi Reformasiaktul.com menurut Kapolsek Pamulihan sewaktu di konfirmasi melalui percakapan no whatsapp pribadinya membenarkan bahwa anggota nya dan mapolsek Pamulihan menerima laporan dari orang tua siswa dan siswi yang berjumlah 57 orang yang dilaporkan kepada Mapolsek pamulihan oleh ke 57 orang tua siswa dan siswi tersebut adanya dugaan ketidak jelasan bantuan PIP oleh mantan kepala sekolah SN dan dirinya menjelaskan progres yang dilakukan. Sedang di lakukan penghimpunan data data spesipik dari Norek dan buku tabungan calon penerima Bantuan dan data data yang bersifat terhubung dengan penerima bantuan termasuk memeriksa para pihak pelapor dan saksi saksi yang bisa dimintai keterangan terkait polemik bantuan PIP tersebut dan harapan nya dari permasalahan yang terjadi dirinya selaku pimpinan di mapolsek pamulihan akan memaksimalkan permasalahan yang terjadi agar menjadi titik terang bagi semua pihak yang bersangkutan,” ungkap Kapolsek Pamulihan (Wawan) pada Minggu lalu menyampaikan hak jawab nya kepada tim Reformasiaktual.com.

Untuk keberimbangan semua informasi yang disampaikan kepada media reformasiaktual.com baik dari perwakilan orang tua siswa dan pimpinan Mapolsek Pamulihan Pakenjeng mencoba menghubungi Kepala Sekolah SD Garumukti yang baru saja menjabat dan menganti posisi SN mencoba meminta keterangan hak jawab nya dari pimpinan sekolah SD Garumukti pada hari Kamis tanggal 6 Juni pukul 13 00 dan tim menerima penjelasan dari kepala sekolah yang baru saja menjabat di Tahun 2022 secara sederhana bahwa pihak sekolah dan dirinya baru akan di lakukan klarifikasi dan akan dimintai keterangan oleh Mapolsek Pamulihan di Minggu sekarang dan dirinya pun sempat melontarkan permintaan maap melalui percakapan whatsapp nya atas kekurangan terhadap awak media reformasiaktual.com dikarenakan kesibukan dirinya yang harus mengatur tanggung jawab dirinya di sekolah SD Garumukti dan untuk perkembangan polemik permasalahan yang terjadi dirinya selaku kepala sekolah yang baru akan berusaha menyampaikan hasil dan perkembangan yang sebenar nya, dan harapan nya agar permasalahan yang terjadi di lingkungan sekolah SD Garumukti terkait permasalahan bantuan PIP ada solusi terbaik bagi semua pihak khususnya untuk orang tua siswa dan siswi calon penerima bantuan dan pihak yang bersangkutan.

Polemik permasalahan dugaan penggelapan bantuan PIP yang terjadi menurut informasi yang diterima dari orang tua siswa calon penerima manfaat SD Garumukti nominal ya ber fareatif dari mulai Rp 450.000 sampai dengan Rp 900.000 bahkan menurut penjelasan dari orang tua siswa dan siswi calon penerima bantuan karena dugaan penggelapan bantuan PIP untuk siswa dan siswi berhubung SN tidak bisa transparan tidak mendapat penjelasan dari SN kepala sekolah yang sebelum nya menjabat dari siswa dan siswi yang pernah sekolah di SD Garumukti Pamulihan ini pernah dibiarkan begitu saja dan beberapa nada intervensi dan nada sumbang yang berbau intimidasi dari kelompok yang tidak suka dengan permasalahan ini dipertanyakan sempat diterima oleh orang tua siswa dan siswi calon penerima Bantuan PIP.

Dari polemik permasalahan yang terjadi terkait adanya dugaan penggelapan Bantuan PIP yang menurut nara sumber orang tua siswa dan siswi SD Garumukti disampaikan mendapat sorotan dari semua pihak baik dari kalangan aktivis dan pergerakan serta dari beberapa awak media Nasional dilingkungan mitra Polda Jawa Barat agar sebagai wujud sosial kontrol terhadap permasalahan yang sedang terjadi dan menjadi titik terang proses penanganan nya yang sesuai dengan harapan semua pihak.

(TiM RA garut)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *