Diduga Proyek (TPT) Siluman Bergentayangan di Jalan Lintas Tengah Desa Gelagah Talkandang Probolinggo

Daerah473 Dilihat

Reformasiaktual.com//Probolinggo -Pekerjaan Proyek Tembok Penahan Tanah (TPT) di jalan lintas tengah Desa Gelagah Tembus Talkandang tidak diketahui siapa pemiliknya, dan dari mana sumber dananya.

Saat dikonfirmasi kepara pekerja terkait proyek (TPT) tersebut. tidak satupun para pekerja mengetahui asal proyek tersebut, menurut pengakuan pekerja pemilik proyek tersebut berasal dari Pasuruan, sudah lebih satu minggu pemiliknya tidak datang kesini, pekerja sendiri berasal dari Kecamatan Gading,”papar para pekerja kepada Media pada Sabtu
(30/September/2023).

Diduga proyek siluman tidak diketahui siapa pemborongnya dan siapa pemiliknya hingga saat Ini tidak di ketahui, bersumber dari dana dan belum di ketahui. pihak kontraktor diduga sengaja mengangkangi UU keterbukaan informasi publik.

Keterbukaan informasi publik menjadi sarana penting untuk mengoptimalkan pengawasan terhadap penyelenggaraan negara maupun aktivitas badan publik lainnya dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat. Hal ini kemudian dituangkan dalam UU No. 14 tahun 2008 tentang Keterbukaan Informasi Publik.

Oleh karena itu, sebagai upaya untuk menjalankan amanah undang-undang tersebut, Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) sebagai salah satu badan publik, pada akhir tahun 2013 melalui Peraturan No. 2 Tahun 2013 tentang Organisasi dan Tata Kerja Komisi Pemberantasan Korupsi, membentuk satu bagian baru yaitu Bagian Pelayanan Informasi dan Komunikasi Publik (PIKP)Seiring dengan semangat transparansi saat ini.

Salah satu warga komentari tidak terpasangnya papan Informasi, iya menyatakan keprihatinanya dengan kurangnya kesadaran pemelik proyek

Semestinya pemilik proyek Ikut menjaga amanah UU No. 14 tahun 2008 tentang keterbukaan infomasi publik, malah membiarkan tidak terpasang papan Informasi, sangat disayangkan jika pelaksanaan proyek Ini secara terang-terangan tidak memasang papan informasi dengan tujuan menyembunyikan sumber dana.

Dalam hal ini awak media berupaya keras mencari sumber sumber informasi dengan mengkonfirmasi ke- pihak Kades Gelagah Kecamatan Pakuniran tentang keberadaan proyek tersebut ,namun pak Kades pun tidak mengetahui dari mana asal proyek tersebut ,*ungkap kades lewat pesan whatsapp kepada Media Selasa-(03/10/2023).

Hingga berita Ini di terbitkan sampai hari ini belum ada keterangan dan penjelasan dari pihak terkait maupun tim pelaksana lain.

 Ibrahim-(RA)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *