Dugaan Korupsi Dana Desa di Wonodadi, Ketua LSM Focus Corruption Angkat Bicara

Daerah548 Dilihat

Lampung Selatan//ReformasiAktual.com- Minggu, 13 Juli 2025
Dugaan korupsi yang melibatkan Kepala Desa Wonodadi, Kecamatan Tanjung Sari, Kabupaten Lampung Selatan, menarik perhatian publik. Salah satunya dari Ketua LSM Focus Corruption, Jerry Zondi, yang menyatakan akan mengambil langkah hukum terhadap dugaan penyelewengan dana desa tersebut.

Dalam pernyataannya, Jerry menyoroti sikap tertutup Kepala Desa Suparman yang enggan memberikan klarifikasi kepada media. “Kepala desa itu pejabat publik, wajib memberikan penjelasan atas penggunaan dana desa. Jika menutup diri, patut diduga ada yang disembunyikan,” ujar Jerry saat ditemui di kediamannya, Minggu (13/7/2025).

Menurut Jerry, berdasarkan hasil investigasi dan data yang dikumpulkan pihaknya, terdapat indikasi kuat penggelembungan anggaran dalam kegiatan Penguatan Ketahanan Pangan Tahun 2024. Ia memastikan pekan depan akan berkoordinasi dengan tim di Lampung Selatan untuk melakukan full data collection (fullbaket) dan segera melaporkan kasus ini ke aparat penegak hukum.


Program Penguatan Ketahanan Pangan merupakan salah satu prioritas penggunaan Dana Desa tahun 2024. Tujuannya antara lain untuk meningkatkan ketersediaan, akses, serta pemanfaatan pangan berkelanjutan melalui pengembangan pertanian, diversifikasi pangan, hingga pembangunan infrastruktur desa.

Namun, di Desa Wonodadi, kegiatan ini diduga dimanfaatkan oleh Kades Suparman sebagai ladang korupsi. Dari total anggaran Rp175.670.000 yang dikucurkan untuk program tersebut, beberapa kegiatan dinilai tidak sesuai dengan realisasi dan kualitas pelaksanaan di lapangan.

Contohnya:

Pembangunan Rabat Beton Dusun III.A

Volume: 194 m x 3 m

Anggaran: Rp81.855.000

Kondisi: Sudah rusak parah, seperti bangunan berusia 10 tahun.

Pembangunan Rabat Beton Dusun II

Volume: 79 m x 2,5 m

Anggaran: Rp23.455.000

Kondisi: Serupa dengan proyek sebelumnya, rusak dan tidak layak.

Pengadaan 5 ekor sapi betina

Anggaran: Rp65.000.000

Masalah: Keberadaan sapi tidak jelas, warga mengaku tidak pernah menerima bantuan tersebut.


Dalam penelusuran tim investigasi Reformasi Aktual, warga Dusun III dan Dusun I mengaku tidak mengetahui adanya bantuan sapi. RT setempat, Pak Sujono, serta istri dari Kepala Dusun I, sama-sama membantah pernah mendengar atau menerima distribusi bantuan hewan ternak dari desa.

Upaya untuk mengonfirmasi langsung kepada Kepala Desa Suparman melalui WhatsApp maupun kunjungan ke kantor desa pun tidak membuahkan hasil. Ia tidak merespons, sementara perangkat desa lainnya seperti kaur perencanaan dan sekretaris desa memilih bungkam.

“Kami semua dilarang memberikan keterangan kepada pihak luar, apalagi media. Semua sudah diperintahkan langsung oleh Pak Kades,” ungkap Sekretaris Desa kepada tim investigasi, dengan permintaan agar namanya tidak dicantumkan dalam berita.


Berdasarkan temuan di lapangan, Reformasi Aktual semakin meyakini adanya dugaan kuat praktik korupsi dalam pelaksanaan kegiatan Dana Desa tahun 2024 di Desa Wonodadi, khususnya pada program Penguatan Ketahanan Pangan.

LSM Focus Corruption bersama timnya menyatakan akan segera menindaklanjuti kasus ini ke jalur hukum guna mempertanggungjawabkan penggunaan dana publik yang diduga disalahgunakan oleh oknum Kepala Desa.

— Roni RA | Reformasi Aktual Lampung