Desa Tanjung, Kecamatan Banyusari, Kabupaten Karawang Realisasikan Dana Desa 2024 Fokus pada Ketahanan Pangan

DESA162 Dilihat

Reformasiaktual.com//Karawang — Pemerintah Desa Tanjung, Kecamatan Banyusari, Kabupaten Karawang, telah merealisasikan Dana Desa (DD) Tahun Anggaran 2024 dengan fokus utama pada program ketahanan pangan serta pembangunan infrastruktur pendukung.

Kepala Desa Tanjung, Nita, saat di wawancarai pada hari Kamis 18 September 2025 di kantor kerjanya ,”menjelaskan bahwa penggunaan Dana Desa diarahkan untuk menjawab kebutuhan masyarakat, meningkatkan perekonomian warga melalui sektor peternakan, serta menjaga keberlanjutan lahan produktif dengan pembangunan infrastruktur desa.

Dana Desa 2024 dimanfaatkan untuk pengadaan hewan ternak dengan rincian sebagai berikut:

Domba betina: 20 ekor × Rp 3.000.000 = Rp 60.000.000

Domba jantan: 5 ekor × Rp 4.000.000 = Rp 20.000.000

Bebek: 400 ekor × Rp 80.000 = Rp 32.000.000

Bantuan ini disalurkan kepada warga penerima manfaat di dusun Karajan Satu dan Dusun Kepuh Satu di antaranya:

  1. Odih (penerima bantuan domba)
  2. Durahman (penerima bantuan bebek)

Langkah ini diharapkan dapat memperkuat ketahanan pangan sekaligus mendorong kemandirian ekonomi masyarakat melalui usaha peternakan.

Selain bantuan ternak, Dana Desa juga direalisasikan untuk pembangunan Tembok Penahan Tanah (TPT) guna melindungi lahan pertanian dari erosi dan memperkuat akses desa. Pembangunan TPT dilaksanakan di:

Dusun Karajan 1: Panjang 170 m, Lebar 0,30 m, Tinggi 0,80 m

Dusun Kepuh 1: Panjang 200 m, Lebar 0,30 m, Tinggi 0,80 m

Kepala Desa Nita menegaskan, realisasi Dana Desa 2024 ini bukan sekadar pembangunan fisik atau bantuan ternak semata, tetapi langkah nyata dalam membangun kemandirian desa.

“Program ketahanan pangan ini kami harapkan mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Infrastruktur yang baik dan usaha peternakan yang produktif akan menjadi modal penting bagi Desa Tanjung untuk semakin maju dan mandiri,” ujarnya.

Kendati demikian Masyarakat Desa Tanjung menyambut baik program ini karena manfaatnya langsung dirasakan, baik melalui peningkatan akses ekonomi, perlindungan lahan pertanian, maupun ketersediaan pangan hewani.

Red