Ketua Gajah Putih Ruyung Kawung Bandung Tolak Aksi Anarkis dan Gerakan Anarko

Lembaga126 Dilihat

BANDUNG – Ketua Gajah Putih Ruyung Kawung Kabupaten Bandung, Yopi Hernawan, menyatakan penolakannya terhadap segala bentuk unjuk rasa anarkis serta menentang keberadaan gerakan Anarko di Jawa Barat.

Pernyataan tersebut disampaikan dalam sebuah acara yang dihadiri tokoh pemuda, tokoh adat, serta perwakilan ormas lokal. Yopi menegaskan bahwa kebebasan berpendapat adalah hak dalam negara demokrasi, namun harus dijalankan secara tertib, etis, dan tanpa kekerasan.

“Kami menolak keras segala bentuk unjuk rasa yang menjurus pada anarkisme. Kritik boleh, bahkan penting. Tapi jangan sampai dibalut dengan perusakan, pembakaran, atau penjarahan,” tegas Yopi.


Waspadai Gerakan Anarko di Jawa Barat

Yopi Hernawan menyoroti aktivitas yang dikaitkan dengan kelompok Anarko yang mulai muncul kembali di beberapa daerah. Menurutnya, gerakan ini tidak sejalan dengan nilai budaya Sunda yang menjunjung tinggi musyawarah, kedamaian, dan gotong royong.

“Anarko itu bukan bagian dari aspirasi rakyat. Mereka adalah bentuk penyusupan ideologi destruktif yang merusak harmoni masyarakat. Jawa Barat ini tanah adat, tanah ulama, bukan tempat bagi paham kekacauan,” ujarnya.

Ia mengajak masyarakat, khususnya pemuda dan pelajar, agar tidak mudah terpengaruh oleh propaganda maupun narasi provokatif yang kerap disebarkan melalui media sosial.


Pemuda Harus Jadi Garda Kedamaian

Sebagai pimpinan ormas berbasis kearifan lokal, Yopi menekankan pentingnya peran generasi muda dalam menjaga stabilitas sosial dan ketertiban umum, terutama di Kabupaten Bandung dan wilayah Priangan.

“Jangan sampai pemuda kita jadi alat gerakan asing yang merusak bangsa dari dalam. Kita harus jaga Jawa Barat, jaga Indonesia, dengan kebersamaan, bukan bentrokan,” katanya.

Ia menambahkan bahwa banyak kasus anarkisme justru merugikan masyarakat sipil, terutama akibat perusakan fasilitas publik yang digunakan sehari-hari.


Dukung Aparat, Utamakan Dialog

Dalam pernyataannya, Yopi juga menyampaikan dukungan kepada aparat keamanan untuk menjaga ketertiban dan memberantas aksi radikalisme sipil. Namun, ia menekankan pentingnya pendekatan humanis dan dialog persuasif.

“Kita bukan ingin mematikan suara rakyat, tapi agar suara rakyat disampaikan bermartabat. Aparat pun harus hadir dengan pendekatan humanis, bukan represif. Di sinilah pentingnya sinergi,” jelasnya.


Penutup: Rawat Tanah Sunda, Tolak Kekacauan

Menutup pernyataannya, Yopi Hernawan mengajak seluruh elemen Jawa Barat – mulai dari tokoh adat, ulama, pemuda, hingga komunitas lokal – untuk menolak setiap gerakan yang membawa kekacauan atas nama perubahan.

“Kalau ada yang bawa kerusuhan ke tanah Sunda, kita lawan dengan kesadaran dan persatuan. Budaya kita budaya damai, bukan budaya kekerasan. Mari jaga warisan leluhur dan keutuhan bangsa ini,” tutupnya.

Organisasi Gajah Putih Ruyung Kawung sendiri dikenal aktif dalam kegiatan sosial, pelestarian budaya Sunda, serta advokasi damai di tengah masyarakat. Dengan sikap ini, Yopi mempertegas posisi organisasi sebagai garda sipil penolak radikalisme jalanan dan anarkisme sosial.