Diduga Lalai, Puskesmas Besuk Telat Beri Surat Rujukan: Ibu dan Bayi Meninggal Dunia

Daerah161 Dilihat

Probolinggo – Reformasiaktual.com – Innalillahi wa inna ilaihi raji’un. Duka mendalam menyelimuti keluarga Safiun warga Dusun Gundal, RT 12/RW 04, Desa Sindetlami, Kecamatan Besuk, Kabupaten Probolinggo. Seorang ibu bernama Dana Mentri bersama bayi yang dikandungnya meninggal dunia usai diduga mengalami keterlambatan penanganan dan pemberian surat rujukan dari Puskesmas Besuk menuju RSUD Waluyo Jati Kraksaan, Rabu (22/10/2025).

Peristiwa memilukan ini berawal sekitar pukul 00.00 WIB, saat Safiun, suami korban, membawa istrinya ke Puskesmas Besuk karena hendak melahirkan. Namun sesampainya di lokasi, pintu puskesmas dalam keadaan tertutup rapat.
“Saya sudah mengetok-ngetok pintu, tapi tidak ada yang membuka. Akhirnya saya menghubungi bidan yang saya kenal. Beberapa menit kemudian, istri saya baru bisa masuk ke puskesmas,” tutur Safiun.

Sekitar pukul 01.00 WIB, perawat puskesmas menyarankan agar korban pulang dulu karena pembukaan masih satu. “Kami pun kembali ke rumah,” imbuhnya.

Namun sekitar pukul 04.00 WIB, kondisi korban semakin memburuk dan kembali dibawa ke puskesmas. Kali ini ia langsung mendapatkan penanganan, tetapi menurut keluarga, kondisinya sudah terlihat lemah dan sesak napas.

Sekitar pukul 09.00 WIB, Sindi, anak korban, menyampaikan kepada perawat bahwa wajah ibunya mulai pucat. Namun perawat menanggapinya dengan mengatakan bahwa hal tersebut merupakan hal biasa pada ibu yang akan melahirkan.
“Jam 10 saya bilang lagi, ‘cepat Bu, ibu saya segera dirujuk ke rumah sakit’. Tapi perawat menjawab, ‘saya sudah kirim pesan, tapi belum ada jawaban,’” ungkap Sindi saat diwawancarai sejumlah wartawan.

Menurut Sindi, baru sekitar pukul 13.00 WIB siang, ibunya mendapat surat rujukan ke RSUD Waluyo Jati Kraksaan. Namun setibanya di rumah sakit, kondisi Dana Mentri sudah kritis.
“Pertolongan tidak berhasil, dan sekitar pukul 16.00 WIB, ibu saya meninggal dunia bersama bayi yang dikandungnya,” ucap Sindi menahan tangis.

Kasus ini pun menimbulkan sorotan dari berbagai pihak, termasuk kalangan jurnalis. Pada Senin (27/10/2025), sejumlah wartawan mendatangi Puskesmas Besuk meminta klarifikasi terkait dugaan kelalaian dan keterlambatan pemberian surat rujukan tersebut.

Namun, Kepala Puskesmas Besuk tidak berada di tempat karena sedang dipanggil ke Dinas Kesehatan Kabupaten Probolinggo. Wartawan hanya ditemui oleh Nurhayati, salah satu staf puskesmas.
“Saya tidak brani memberi Informasi tentang kejadian, biar satu pintu saja keterangan yang dibutuhkan nantinya biar dari atasan, langsung yang menyampaikan,” Ujar Nurhayati secara singkat saat ditemui di lokasi.

Ditempat terpisah pada hari Selasa (28/10/2025) Sejumlah wartawan bertemu Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Probolinggo, dr. Hariawan Dwi Tamtomo, M.M.Kes.,klarifikasi meninggalnya pasien dari puskesmas besuk. sehingga ibu dan bayinya meninggal di rumah sakit Waluyo jati Kraksaan. kadis kesehatan membenarkan adanya kedatangan Kepala Puskesmas Besuk ke Kantor Dinas Kesehatan. Hal itu disampaikannya saat ditemui sejumlah wartawan di lingkungan Pemkab Probolinggo.

Menurut dr. Hariawan, kunjungan tersebut memang dilakukan, namun informasi yang dibawa oleh pihak Puskesmas dinilai belum lengkap. “Betul, Kepala Puskesmas kemaren datang ke kantor Dinas. Tapi karena informasinya belum detail, saya sarankan untuk kembali dan melengkapi data terlebih dahulu,” Papar kadis singkat sebelum memasuki kendaraannya.

Hingga berita ini diturunkan, pihak Dinas Kesehatan Kabupaten Probolinggo belum memberikan pernyataan resmi terkait dugaan kelalaian yang menewaskan ibu dan bayi tersebut. Masyarakat berharap kejadian serupa tidak terulang dan pelayanan kesehatan di puskesmas dapat lebih siaga, terutama bagi pasien gawat darurat.!!

     Ibrahim