JAKARTA – Ratusan guru madrasah dari berbagai daerah, termasuk Kabupaten Sukabumi, berpartisipasi dalam aksi damai menuntut kesetaraan kesempatan menjadi Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (P3K) di kawasan Monas, Jakarta Pusat, Kamis (30/10/2025).
Aksi yang berlangsung di sekitar Patung Kuda, Jalan Medan Merdeka Selatan itu mendapat pengamanan ketat dari aparat gabungan. Kapolres Metro Jakarta Pusat, Kombes Pol. Susatyo Purnomo Condro, menyebutkan sebanyak 1.597 personel gabungan dari Polri, TNI, dan unsur Pemprov DKI Jakarta diterjunkan untuk menjaga ketertiban jalannya aksi.
“Kita menurunkan personel pengamanan gabungan guna memastikan kegiatan penyampaian aspirasi berjalan aman dan tertib,” ujar Kapolres.
Salah satu koordinator lapangan asal Kabupaten Sukabumi, Anwar, menjelaskan rombongan dari Sukabumi berangkat Kamis pagi menuju Jakarta menggunakan dua bus medium yang membawa 61 peserta aksi. Para peserta berasal dari sejumlah kecamatan, seperti Kecamatan Curugkembar, Sagaranten, Cidolog dan Tegalbuleud.
Menurut Anwar, aksi kali ini merupakan gabungan dari beberapa organisasi guru, di antaranya Persatuan Guru Seluruh Indonesia (PGSI), Perkumpulan Guru Madrasah Mandiri (PGMM), Persatuan Guru Inpassing Nasional (PGIN), serta Punggawa Guru Madrasah Nasional Indonesia (PGMNI).
Adapun tuntutan yang mereka sampaikan kepada pemerintah meliputi:
- Penerbitan Surat Keputusan (SK) PPPK bagi guru inpassing madrasah swasta.
- Penghitungan masa kerja guru inpassing.
- Pembayaran tunggakan inpassing tahun 2012–2014 serta 2018–2019.
- Penerbitan SK inpassing bagi guru yang telah bersertifikat pendidik.
Menanggapi aksi tersebut, Kepala Biro Humas dan Komunikasi Publik Kementerian Agama, Thobib Al Asyhar, menyampaikan bahwa pemerintah menghargai aspirasi para guru madrasah swasta dan akan menindaklanjutinya dengan langkah-langkah yang tepat.
“Aspirasi para guru tentu akan kami serap. Kemenag terus berupaya memperjuangkan hak-hak guru, termasuk proses sertifikasi bagi sekitar 600 ribu guru semua agama di seluruh Indonesia,” ujarnya.
Thobib menambahkan, pemerintah menargetkan penyelesaian proses sertifikasi guru tersebut dalam waktu dekat sebagai bagian dari komitmen peningkatan kesejahteraan tenaga pendidik madrasah. (Asep SG).







