


Reformasiaktual.com //Bandung Barat- Untuk menciptakan generasi emas di tahun 2045 Gerakan sosialisasi mencegah stunting dilakukan oleh Pemerintah Kecamatan Cisarua bersama Puskesmas Cisarua dan Puskesmas Pasirlangu, Sasarannya adalah ibu hamil, anak remaja berusia 10 -18 tahun yang ditikberatkan lebih kepada remaja Perempuan,” Rabu (04/11/2025) di Villa Lentera, Desa Tugu Mukti, Cisarua, Bandung Barat.
Camat Cisarua H.Hernan Permadi AP mengatakan,” Pemerintah Kecamatan Cisarua terus memperkuat komitmennya dalam upaya percepatan penurunan stunting menjelang target Zero Stunting,” GEMAZ ,” Gerakan Emas Bebas Anemia & New Zero Stunting di akhir tahun 2025,”
dilaksanakan kegiatan review dan desk, hasil pendampingan keluarga berisiko stunting yang telah dilakukan oleh para Kader Tim Pendamping Keluarga (TPK).
Bahwa pihak Pemerintah kecamatan Cisarua memberikan perhatian penuh terhadap upaya percepatan penurunan stunting.
Stunting bukan hanya persoalan kesehatan, tetapi menyangkut kualitas generasi mendatang. Pemerintah Kecamatan Cisarua berkomitmen penuh untuk mendampingi, mengawal, dan memastikan setiap langkah program berjalan efektif.
Bentuk program sosialisasi ini yaitu dengan memberikan penyuluhan pentingnya kesadaran untuk mengkonsumsi gizi seimbang dan minum suplemen Tablet Tambah Darah (TTD) secara rutin.
Bahwa tablet tambah darah (TTD) merupakan sesuatu yang penting dalam mencegah stunting. “Kondisi yang dapat meningkatkan risiko stunting yaitu anemia pada ibu hamil.
Perlu upaya intervensi sebelum terjadinya anemia pada remaja dengan optimalisasi gizi dan mencegah anemia melalui konsumsi tablet tambah darah,”terangnya.
Kami ingin Cisarua menjadi contoh keberhasilan penurunan stunting di Kabupaten Bandung Barat,” harapnya.
Dengan evaluasi rutin dan kolaborasi kuat antar unsur kecamatan, desa, tenaga kesehatan, serta kader TPK. Cisarua optimis dapat mewujudkan target Zero Stunting di akhir tahun 2025, demi Gemaz terciptanya Generasi Emas yang sehat, cerdas, dan produktif,” ungkap Camat Cisarua H Herman Permadi AP.
Kepala Puskesmas Cisarua Dr Asep Ahmad Supriatna menyampaikan,” maksud dan tujuan sosialisasi Gemaz, menciptakan generasi emas di tahun 2025, untuk Gerakan sosialisasi mencegah stunting dilakukan oleh Puskesmas Cisarua dan Puskesmas Pasirlangu Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bandung Barat, Jawa Barat.
“Sasarannya adalah ibu hamil, anak-remaja SMP dan SMA dan SMK, yang berusia 10-18 tahun yang ditikberatkan lebih kepada remaja Perempuan.
Sosialisasi cegah stunting pada wilayah kerja Puskesmas Cisarua dan Puskesmas Pasirlangu, mengaku Gerakan cegah stunting ini dilakukan di saat pelayanan Posyandu di wilayah kerja PKM Cisarua. Namun terkendala dengan waktu karena disaat yang sama para remaja masih berada di sekolah
“Kendala yang sering kami hadapi menyangkut waktu sosialisasi karena kebanyakan berusia pelajar dan mereka masih berada di sekolah,” terangnya
Untuk menjawab hal itu, pihaknya nanti akan lakukan sosialisasi di sekolah SMP dan SMA yang ada lingkup kerja PKM Cisarua,” harapnya.
Dengan demikian Para remaja mempunyai kesempatan untuk mengetahui bagaimana cara agar dapat mencegah stunting sejak dini.
Pihaknya juga lakukan pemeriksaan darah untuk dapat mengetahui apakah para remaja ini ada yang termasuk golongan anemia.
Sehingga nanti setelah pemeriksaan tim cegah stunting akan memberikan pil tambah darah kepada mereka yang tergolong Anemia.
Dr Asep Achmad Supriatna menambahkan, para remaja sangat aktif, saat sosialisasi nanti dilakukan, pihaknya mengaku tidak akan hanya tentang sosialisasi cegah stunting tetapi juga sosialisasi tentang organ reproduksi remaja. Karena ini sangat penting dan perlu diketahui oleh para remaja,” ujarnya
Jurnalis A2n***Red







