Hutan Jawa Barat Terancam, Badega Garuda Sakti Nyatakan Dukungan dan Tantang Program

Daerah70 Dilihat

BANDUNG – Alih fungsi hutan menjadi lahan pertanian, perkebunan, hingga permukiman masih menjadi persoalan serius di berbagai daerah. Perubahan fungsi kawasan hutan ini tidak hanya mengancam kelestarian lingkungan, tetapi juga berdampak pada hilangnya keanekaragaman hayati serta menurunnya daya dukung alam, sehingga perlu mendapat perhatian dan penanganan secara bersama.

Yayasan Badega Garuda Sakti yang bergerak di bidang pelestarian lingkungan ikut menyoroti persoalan tersebut. Yayasan ini menyatakan komitmennya untuk terlibat aktif dalam upaya melestarikan lingkungan dan mengembalikan fungsi hutan melalui langkah-langkah konkret, salah satunya dengan program penanaman pohon sesuai peruntukan kawasan pada lahan-lahan garapan yang terdampak alih fungsi.

Ketua Pengawas Yayasan Badega Garuda Sakti, Juson Josri Simbolon, menegaskan bahwa permasalahan ini membutuhkan dukungan publik yang kuat. Menurutnya, peran masyarakat dan seluruh pemangku kepentingan sangat penting dalam upaya mengembalikan fungsi hutan yang telah beralih.

“Hutan di Jawa Barat saat ini diperkirakan hanya sekitar 20 persen, artinya daya serap air sangat rendah. Kerugian yang ditimbulkan tidak hanya bersifat material, tetapi juga moril, karena kerusakan terjadi di berbagai sektor kehidupan,” ujar Juson.

Ia juga mengungkapkan adanya pergeseran fungsi lahan, dari perkebunan menjadi lahan palawija, yang menurutnya harus menjadi bahan diskusi serius lintas sektor.

“Kami sudah mengomunikasikan hal ini dengan pihak-pihak terkait. Mereka menginginkan adanya kolaborasi untuk mendorong pemulihan lingkungan melalui penanaman pohon sebagai langkah konkret mengembalikan fungsi lahan,” tambahnya.

Sementara itu, Ketua Yayasan Badega Garuda Sakti, Murfito Adi, menegaskan bahwa pihaknya sangat mendukung program Pemerintah Provinsi Jawa Barat dalam menjaga kelestarian lingkungan dan kawasan hutan.

“Kami dari Yayasan Badega Garuda Sakti sangat mendukung penuh program Pemerintah Provinsi Jawa Barat, khususnya dalam upaya pelestarian lingkungan dan pemulihan fungsi hutan. Kami siap bersinergi dengan pemerintah daerah dan seluruh elemen masyarakat agar program-program hijau yang dicanangkan Pemprov Jabar dapat berjalan maksimal dan berkelanjutan,” tegas Murfito Adi.

Ke depan, Yayasan Badega Garuda Sakti berencana menggelar gerakan penanaman pohon secara masif dan menyusunnya sebagai program unggulan yayasan. Program ini ditujukan untuk memperbaiki lahan-lahan kritis serta membangun kerja jangka panjang yang terencana dan berkelanjutan.

“Yayasan Badega Garuda Sakti harus ikut andil nyata dalam pemulihan lingkungan di Jawa Barat dan membangun program jangka panjang yang profesional dan berkompeten,” pungkas tutupnya.

red