PPK Proyek Rehabilitasi Irigasi DI Cirasea Akhirnya Buka Suara, Tegaskan Aspirasi Warga Akan Direalisasikan

TNI/Polri118 Dilihat

Reformasiaktual.com//Kabupaten Bandung – Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) proyek Rehabilitasi Jaringan Irigasi DI Cirasea yang berada di bawah UPTD SDA Citarum Dinas SDA Provinsi Jawa Barat akhirnya angkat bicara terkait dugaan “proyek siluman” serta adanya keluhan dari warga dan Kepala Desa Bumiwangi, Kecamatan Ciparay.

Ditemui di kantor UPTD SDA Citarum, Senin (08/12/2025), Rahman selaku PPK memberikan klarifikasi dan memastikan bahwa seluruh informasi proyek bersifat resmi serta telah melalui proses sosialisasi.

“Sebelumnya kami mohon maaf baru bisa bertemu dan menjawab pertanyaan rekan-rekan media. Beberapa hari ini saya sibuk agenda lapangan. Mengenai surat resmi dari teman-teman media, saya baru mengetahui dan membaca hari ini setelah arsipnya diberikan,” ujar Rahman.

Proyek Bukan Siluman, Semua Data Resmi dan Sudah Disosialisasikan

Rahman menegaskan bahwa proyek tersebut bukan proyek tanpa identitas atau “siluman”. Ia menyebut seluruh dokumen dan tahapan pengerjaan telah sesuai prosedur, termasuk sosialisasi bersama aparatur Desa Bumiwangi yang disaksikan lembaga terkait dan diliput media.

“Memang betul ada proyek Rehabilitasi Jaringan Irigasi DI Cirasea di Desa Bumiwangi. Sebelumnya sudah disosialisasikan dengan pemerintah desa dan unsur masyarakat lainnya. Papan informasi proyek juga terpasang,” jelasnya.

Adapun data resmi proyek sebagai berikut:

Nama Paket: Rehabilitasi Jaringan Irigasi DI Cirasea

Lokasi: Desa Bumiwangi, Kecamatan Ciparay, Kabupaten Bandung

Pelaksana: CV Benaya Cemerlang Abadi

Nilai Kontrak: Rp 2.179.727.162,69

Waktu Pelaksanaan: 120 hari kalender, mulai 14 Agustus 2025 hingga 11 Desember 2025

Tanggapan atas Keluhan Warga

Terkait adanya keluhan warga mengenai dampak pekerjaan proyek, Rahman menyampaikan bahwa pihaknya sudah berkoordinasi langsung dengan pelaksana proyek. Ia memastikan bahwa setiap kerusakan atau dampak yang timbul akan diperbaiki oleh pihak kontraktor.

“Kami sudah koordinasi dengan pelaksana. Pihak pelaksana siap memperbaiki kerusakan yang terjadi akibat pekerjaan tersebut,” tegasnya.

Rahman juga menyampaikan permohonan maaf apabila sempat terjadi miskomunikasi antara pihak proyek dan masyarakat.

“Kami meminta maaf kepada warga jika ada miskomunikasi. Dinas SDA Provinsi Jabar melalui UPTD SDA Citarum akan selalu mendengarkan keluhan dan aspirasi masyarakat. Tujuan proyek ini untuk kepentingan masyarakat dan memberikan manfaat positif bagi warga,” ucapnya.

Dengan klarifikasi ini, Rahman berharap proses pekerjaan dapat berjalan lancar dan hubungan baik antara pemerintah, pelaksana, dan masyarakat tetap terjaga.

Red