Meningkatnya Kerusakan Alam, Tiga Komunitas Gagas Masyarakat Hijau Jawa Barat

Lembaga117 Dilihat

Reformasiaktual.com//Bandung, – Tiga organisasi masyarakat menggagas aliansi baru bernama Masyarakat Hijau Jawa Barat. Aliansi ini digagas oleh Badega Garuda Sakti, Paguyuban Sunda Muda (PSM), dan Pujakesuma Jawa Barat, sebagai respon terhadap meningkatnya tekanan ekologis di berbagai wilayah Jawa Barat.

Pembentukan aliansi dilandasi kekhawatiran atas sejumlah persoalan lingkungan yang dinilai semakin mengkhawatirkan, mulai dari penyusutan hutan, pembalakan liar, pencemaran sungai, hingga pengrusakan perkebunan dan melemahnya kualitas udara perkotaan.

Ketiga organisasi sepakat bahwa kolaborasi lintas komunitas diperlukan untuk memperkuat gerakan masyarakat dalam menjaga lingkungan.

Ketua Badega Garuda Sakti, Murfito menyoroti kondisi hutan Jawa Barat yang mengalami penyusutan hingga 80 persen akibat praktik perusakan yang melibatkan pihak-pihak berkepentingan.

“Jika tidak diantisipasi, Jawa Barat bisa mengalami kerusakan ekologis seperti di Sumatera. Kita harus bergerak terprogram,” ujarnya.

Dari Ketua Pujakesuma Jabar, Syafrizal menyoroti pembalakan liar yang membabat hutan dan perkebunan teh di kawasan Malabar. Menurutnya, aktivitas tersebut seolah dibiarkan tanpa penindakan tegas.

“Kita butuh aliansi yang bisa bergerak bersama untuk penghijauan dan perlindungan hutan,” tegasnya.

Sementara itu, Agus Syarifudin, Ketua Umum Paguyuban Sunda Muda (PSM) mengungkapkan kasus perusakan lahan PTPN seluas 150 hektare yang hingga kini belum mendapat kepastian hukum.

“PTPN sudah melapor, tapi mentok di kepolisian. Harus ada tekanan publik,” katanya.

Pemerhati Lingkungan, Juson Simbolon, menilai sikap pro-ekologi yang ditunjukkan Dedi Mulyadi (KDM) belum diimbangi gerakan rakyat yang konsisten mengawal isu lingkungan.

“KDM sudah keluarkan edaran soal lingkungan, tapi harus didorong jadi aturan yang mengikat. Isu ekologi harus masuk ke wacana publik,” ungkapnya.

Sebagai langkah awal untuk pembentukan, aliansi akan menggelar Diskusi Publik/Webinar bertema “Merespon Krisis Ekologi di Jawa Barat” pada Jumat, 11 Desember 2025, dengan menghadirkan pimpinan dari tiga organisasi pendiri.

Koordinator aliansi, Ikbal, menegaskan bahwa gerakan lingkungan hanya akan kuat jika melibatkan semua elemen masyarakat.

“Menjaga alam bukan semata tugas pemerintah. Ini tanggung jawab bersama demi masa depan generasi Jawa Barat,” ujarnya.

Red