Reformasiaktual.com//Ciamis — Reformasi Aktual.Com Program optimalisasi lahan non rawa melalui kegiatan rehabilitasi jaringan irigasi tersier resmi dikerjakan di Desa Sukanagara, Kecamatan Lakbok, Kabupaten Ciamis. Pekerjaan ini merupakan bagian dari APBN Tugas Pembantuan Tahun Anggaran 2025, dengan total nilai anggaran sebesar Rp 335.800.000. Program tersebut menjadi salah satu upaya strategis pemerintah dalam meningkatkan kualitas infrastruktur pertanian dan memperkuat ketahanan pangan daerah.
Pelaksanaan kegiatan dipercayakan kepada Kelompok Tani Sri Laksana, dengan Karyono sebagai Ketua Kelompok sekaligus Ketua RT 06 yang bertanggung jawab atas jalannya pekerjaan di lapangan. Karyono menjelaskan bahwa rehabilitasi jaringan irigasi tersier ini merupakan kebutuhan mendesak bagi para petani di wilayahnya, mengingat sistem irigasi yang ada sebelumnya sudah tidak optimal dalam menyalurkan air ke lahan-lahan produktif.
Menurutnya, peningkatan jaringan irigasi akan sangat berpengaruh terhadap proses tanam dan hasil panen masyarakat. “Kami sangat menyadari pentingnya proyek ini. Karena itu, kami berkomitmen melaksanakan pekerjaan tepat waktu, sesuai spesifikasi teknis, dan dengan kualitas terbaik. Harapan kami, hasil dari rehabilitasi ini benar-benar dirasakan langsung oleh para petani,” ujar Karyono.
Ia juga menambahkan bahwa perbaikan jaringan irigasi di Desa Sukanagara akan membantu kelancaran distribusi air dari saluran primer menuju lahan pertanian warga, terutama saat musim tanam. Dengan jaringan irigasi yang lebih tertata, para petani diharapkan dapat mengurangi risiko gagal panen akibat kekurangan pasokan air.
Program optimalisasi lahan non rawa ini merupakan bagian dari kebijakan pemerintah melalui Kementerian Pertanian, khususnya di bawah Direktorat Jenderal Lahan dan Irigasi Pertanian. Pemerintah menargetkan bahwa rehabilitasi irigasi tersier di berbagai daerah mampu meningkatkan efektivitas pertanian nasional, memperluas lahan fungsional, serta menopang produktivitas pangan dalam jangka panjang.
Di sisi lain, para petani di Desa Sukanagara menyambut baik dimulainya pembangunan ini. Mereka berharap program tersebut tak hanya memperbaiki jaringan irigasi, tetapi juga membuka peluang pemanfaatan lahan secara lebih maksimal. Kondisi irigasi yang baik diyakini akan memberikan dampak positif terhadap ekonomi petani, khususnya dalam peningkatan hasil produksi pertanian.
Dengan dikerjakannya rehabilitasi ini, masyarakat berharap Desa Sukanagara dapat menjadi salah satu wilayah yang sukses meningkatkan produktivitas lahan non rawa. Pemerintah daerah, kelompok tani, dan warga setempat diharapkan terus menjalin koordinasi agar program berjalan lancar sesuai target.
Program ini menjadi bukti nyata komitmen pemerintah dalam memperkuat sektor pertanian dan memastikan keberlanjutan produksi pangan bagi masyarakat Ciamis dan wilayah sekitarnya.
Kamazz”dirman







