OKU Timur — Warga Desa Keromongan, Kecamatan Martapura, Kabupaten OKU Timur, mengeluhkan proyek galian drainase yang diduga ditinggalkan sebelum selesai, sehingga memicu banjir hingga 50 cm setiap hujan deras mengguyur.
Menurut Kepala Desa Keromongan, proyek drainase tersebut dikerjakan tanpa koordinasi dengan aparat desa maupun melibatkan pekerja harian dari masyarakat lokal. Papan informasi proyek—yang secara hukum wajib dipasang—juga tidak pernah terlihat di lokasi.
“Pihak pelaksana kontraktor sampai saat ini tidak pernah berkoordinasi dengan aparat desa setempat,” kata Kepala Desa. Ia menegaskan bahwa saat ini tidak ada satu pun pekerja yang terlihat di lokasi pengerjaan, padahal drainase belum mencapai ujung.
Seorang warga, Ricyk Yuba, menyampaikan langsung keluhan masyarakat: saat hujan, air dari galian proyek meluap ke jalanan hingga setinggi 50 cm. “Entah proyek ini punya siapa, papan proyeknya tidak ada, jadi kami masyarakat tidak tahu. Sekarang proyek ini diduga ditinggalkan padahal belum selesai. Kalau hujan, susah kami, Pak,” ujarnya.
Camat Martapura yang dikonfirmasi media mengaku tidak mengetahui asal-usul proyek tersebut. “Dak tau jugo proyek ini dari mano, siapo yang gawekannyo,” ujarnya singkat, menegaskan bahwa tidak ada laporan resmi yang diterimanya.
Hingga saat ini belum ada pihak yang memberikan klarifikasi mengenai siapa pemilik, pelaksana, maupun penanggung jawab dari proyek drainase tersebut. Masyarakat pun meminta transparansi penuh dan mempertanyakan keberadaan proyek yang bekerja secara diam-diam — atau ‘proyek siluman’.Rilis K







