Kepedulian Kapolres Sinjai Menyentuh Hati: Mengapresiasi Guru yang Mengantar Murid SD Menyeberangi Sungai

TNI/Polri57 Dilihat

Sinjai – Di balik derasnya arus sungai dan minimnya infrastruktur, terselip kisah kemanusiaan yang menggetarkan hati. Sebuah potret ketulusan dan kepedulian hadir dari Kabupaten Sinjai, ketika pengabdian seorang guru bertemu dengan empati aparat kepolisian. Kisah ini bukan sekadar tentang menyeberang sungai, tetapi tentang mengayuh harapan demi masa depan generasi penerus bangsa.

Perhatian itu datang dari Kapolres Sinjai, AKBP Harry Azhar, SH.,S.Ik.,MH yang melalui Sat Polairud Polres Sinjai menyambangi seorang guru yang selama ini dengan penuh keikhlasan mengantar murid-muridnya ke sekolah menggunakan sampan kecil. Aksi sederhana namun sarat makna tersebut menjadi bukti bahwa semangat pengabdian masih hidup di tengah keterbatasan.

Kunjungan Sat Polairud Polres Sinjai berlangsung pada Kamis, 18/12/2025) sekitar pukul 18.00 Wita, di Jalan Amanagappa, Kelurahan Lappa, Kecamatan Sinjai Utara, Kabupaten Sinjai. Kedatangan personel kepolisian disambut hangat oleh sang guru, yang selama ini setia membantu anak-anak menyeberangi muara Tangka, jalur yang menjadi satu-satunya akses tercepat menuju sekolah.

Dalam kesempatan itu, personel Sat Polairud menyerahkan tali asih dari Kapolres Sinjai sebagai bentuk apresiasi dan kepedulian terhadap dedikasi sang guru. Bantuan tersebut bukan sekadar materi, melainkan simbol empati dan kehadiran negara di tengah perjuangan para tenaga pendidik yang bertugas di wilayah dengan tantangan geografis berat.

Kapolres Sinjai AKBP Harry Azhar, SH.,S.Ik.,MH menyampaikan rasa hormat dan apresiasi yang mendalam atas pengabdian guru tersebut.

Menurutnya, ketulusan dan tanggung jawab yang ditunjukkan menjadi teladan luar biasa bagi semua pihak. “Kami sangat mengapresiasi pengorbanan guru yang dengan penuh keikhlasan mengantar siswanya ke sekolah meski harus menyeberangi sungai menggunakan sampan. Ini adalah cerminan nyata semangat pengabdian dalam dunia pendidikan,” ungkapnya.

Ia menegaskan bahwa tali asih yang diberikan merupakan wujud kepedulian Polres Sinjai terhadap para pendidik yang berjuang mencerdaskan anak bangsa. Kapolres Sinjai juga menekankan bahwa Polri tidak hanya hadir dalam penegakan hukum, tetapi juga berperan aktif mendukung sektor pendidikan dan kemanusiaan.

“Guru adalah pilar utama dalam membentuk karakter dan masa depan generasi bangsa. Sudah sepantasnya mereka mendapatkan perhatian dan dukungan dari semua elemen, termasuk kepolisian,” tambah AKBP Harry Azhar. Ia berharap kepedulian ini dapat memotivasi para guru untuk terus mengabdi dengan semangat, sekaligus menggerakkan masyarakat agar bersama-sama mendukung kemajuan pendidikan di Sinjai.

Diketahui bahwa bapak Ali Mappaompo, merupakan Guru Pendidikan Agama Islam (PAI) di SDN 139 Larea-rea, Kecamatan Sinjai Utara. Di tengah ketiadaan jembatan permanen dan derasnya arus sungai, Ali memilih menjadi “perahu harapan” bagi murid-muridnya. Setiap pagi dan sore, ia mendayung perahu kayu sederhana demi memastikan anak-anak tiba di sekolah dan kembali ke rumah dengan selamat.

Sungai yang membentang lebar itu bukan penghalang, melainkan saksi bisu ketulusan seorang guru dan kepedulian aparat. Dari dayung yang terus bergerak, harapan pun ikut mengalir menuju masa depan yang lebih cerah bagi generasi Sinjai.