EDUKASI PELANGGAN TIRTA KAHURIPAN :MEMPERKUAT KESADARAN BERSAMA,MENJAGA AIR DI TENGAH DINAMIKA MUSIM HUJAN

Daerah69 Dilihat

Reformasiaktual.com//BOGOR-Perumda Air Minum Tirta Kahuripan Kabupaten Bogor
mengajak masyarakat untuk melihat musim hujan bukan hanya sebagai fenomena cuaca
semata, tetapi sebagai pengingat bahwa air sebagai sumber kehidupan memiliki
dinamika yang tidak selalu dapat dikendalikan.

Dalam konteks inilah edukasi pelanggan
Perumda Air Minum Tirta Kahuripan menjadi salah satu strategi penting, bukan sekadar
untuk menjaga kelancaran pengaliran, tetapi untuk membangun budaya sadar air (water
consciousness) yang berkelanjutan di tengah tantangan perubahan iklim dan kerentanan
lingkungan.

Direktur Umum Perumda Air Minum Tirta Kahuripan, Abdul Somad, menegaskan bahwa
literasi kesadaran air di masyarakat adalah fondasi penting dalam ketahanan sistem
penyediaan air bersih di Kabupaten Bogor.

“Di tengah cuaca ekstrem, kualitas air baku sangat ditentukan oleh perilaku kolektif kita.
Air adalah cermin dari lingkungan kita. Ketika ekosistem sungai tidak dijaga, kualitas air
baku ikut menurun. Dan ketika masyarakat bijak menggunakan air, beban sistem
pengolahan dan pendistribusian air bersih pun berkurang. Karena itu, edukasi pelanggan
Perumda Air Minum Tirta kahuripan dan Masyarakat Kabupaten Bogor bukan hanya
anjuran teknis semata, namun juga gerakan kesadaran bersama,” ujarnya.

  1. Menampung Air dengan Prinsip Higienitas dan Ketahanan Air
    Tirta Kahuripan menekankan bahwa menampung air bukan sekadar tindakan praktis,
    tetapi bagian dari kesiapsiagaan rumah tangga dalam menghadapi ketidakpastian
    musim hujan. Di saat hujan lebat dapat menyebabkan sungai membawa sedimentasi
    tinggi sehingga menghambat proses produksi air bersih di instalasi pengolahan air,
    memiliki cadangan air bersih di rumah (torent atau bak penampungan) yang dikelola
    dengan higienis merupakan bentuk perlindungan diri dan keluarga.
  2. Penghematan Air sebagai Keadaban Kolektif
    Dalam musim penghujan, ironi sering terjadi: air melimpah di permukaan, tetapi
    kualitas air baku mengalami penurunan drastis karena longsor, lumpur, dan
    sedimentasi. Karena itu, penghematan air menjadi “etika publik” sebagai tindakan
    yang mencerminkan kedewasaan masyarakat dalam mengelola sumber daya air yang
    semakin terbatas.
  3. Pelaporan Kebocoran sebagai Bentuk Partisipasi Menjaga Aset Publik
    Pipa sebagai jaringan distribusi air bersih merupakan aset publik yang menopang
    kehidupan ratusan ribu rumah tangga. Kebocoran sekecil apa pun artinya kehilangan
    bersama. Karena itu, kesadaran masyarakat dalam melaporkan kebocoran menjadi
    kunci mengurangi kehilangan air (non-revenue water) dan mencegah kerugian
    bersama yang berdampak luas.
  4. Memahami Sifat Air: Kekeruhan dan Mekanisme Distribusi
    Pada musim hujan, air selalu mengikuti hukum alam: hujan deras menaikkan
    kekeruhan sungai, longsor membawa material padat, perubahan tekanan dalam pipa
    distribusi memicu material endapan terangkat. Karena itu, pelanggan perlu
    memahami perbedaan penyebab kekeruhan agar dapat memahami secara tepat.

Kekeruhan akibat dinamika alam (hujan)
Terjadi ketika hujan membawa sedimen ke sungai, biasanya bersifat sementara,
volume air tetap stabil meskipun warna berubah dan dapat diatasi melalui
peningkatan proses koagulasi, filtrasi, dan pembersihan filter di instalasi
pengolahan air.
b. Kekeruhan akibat teknis jaringan
Terjadi setelah perbaikan atau perubahan tekanan akibatnya endapan dalam pipa
ikut terbawa aliran, area terdampak biasanya lokal dan biasanya membaik setelah
aliran dibuang beberapa saat.
“Partisipasi publik dalam melaporkan kebocoran bukan hanya respons terhadap
gangguan, tetapi kontribusi nyata dalam menjaga aset bersama. Dan
praktik ini bukan hanya tindakan teknis, tetapi bentuk tanggung jawab pribadi atas
keberlangsungan kualitas air yang digunakan sehari-hari. Tentunya kami berharap
edukasi ini menjadi langkah kecil membentuk kesadaran besar bahwa air bukan sekadar
fasilit

tetapi bagian dari masa depan yang harus kita jaga bersama,” tutup Abdul
Somad.

Untuk diketahui, sehubungan adanya libur Natal dan Tahun Baru dapat disampaikan
beberapa hal berikut :

  1. Seluruh loket Kantor Cabang Pelayanan Perumda Air Minum Tirta Kahuripan akan
    tutup pada 25-26 Desember 2025 dan pada 1 Januari 2026.
  2. Pelayanan di Kantor Cabang akan tetap beroperasi pada 29-31 Desember 2025
    dan dilanjutkan pada 2 Januari 2026.
  3. Pembayaran tagihan rekening air secara online (Aplikasi MyKahuripan dan
    Channel PPOB) ditutup pada tanggal 29 Desember 2025 pukul 16.00 WIB.
  4. Pembayaran melalui media online dapat digunakan kembali pada tanggal
    1 Januari 2026 pukul 08.00 WIB.( Dauri )