YBGS dan Sanggar Campaka Bodas Lestarikan Budaya Sunda

Lembaga58 Dilihat

Majalengka, – Ngarumat Seni Budaya Desa, Yayasan Badega Garuda Sakti (YBGS) bersama Sanggar Seni Campaka Bodas beri hiburan rakyat, pagelaran Wayang Golek dan Sendra Tari.

Pagelaran berlangsung di Desa Balida Kecamatan Dauwan Kabupaten Majalengka, Sabtu, 27 Desember 2025.

Adapun yang di tampilkan pada pagelaran tersebut diantaranya, Sendra Tari Campaka Bodas, Dalang Cilik Jahran-Adi, Nayaga Ngora, Jaipong Annisa Aulia dan KI Dalang Ading Bontot sebagai pamungkas pagelaran.

Turut hadir, Ketua Pengawas Yayasan Badega Garuda Sakti (YBGS) Juson Josri Simbolon, Ketua YBGS Murfito Adi, Perwakilan Kecamatan Dawuan dan beberapa tamu undangan lainnya.

Pada sambutannya Juson Josri Simbolon meyampaikan, pelaku budaya seni yang ada di Desa Balida sangat berpotensi, mengingat hampir rata-rata masih muda, prospek pembinaan karir seni sangat panjang.

“Namun harus ada pembinaan yang serius dan konsisten, serta dukungan dari berbagai pihak guna kemajuan sanggarnya,” ucapnya

Selain itu, lanjut Juson, kami berharap dengan adanya pagelaran seperti ini menjadi motivasi untuk generasi muda, agar bisa melestarikan budaya terkhusus di wilayahnya.

“Intinya, kami dari Badega Garuda Sakti haturkan rasa terima kasih, terkhusus kepada pemerintah Kabupaten Majalengka, Kecamatan dan Desa serta masyarakat yang telah mendukung acara ini sehingga terlaksana dengan baik,” jelasnya.

Juson juga mengatakan bahwa ada sekelompok anak muda yang hari ini masih serius menggeluti budaya Sunda sebagai warisan leluhur, sebagai kekuatan yang senafas dengan apa yang diinginkan oleh Gubernur Kang Dedi Mulyadi di Jawa Barat istimewa berpijak pada kebudayaan dan kearifan lokal.

“Terima kasih buat para pengasuh atau pembimbing, bahwa teman-teman yang melakukan pementasan hari ini masih anak-anak muda semua, ini bisa dikategorikan banyak remaja-remaja,” ujar Juson.

Menurutnya, di tengah arus zaman dan perkembangan teknologi informasi yang merasuk sampai ke dapur dapur kita masih ada yang berminat melestarikan kebudayaan Jawa Barat khususnya kebudayaan Sunda sebagai salah satu tonggak kita dalam mempertahankan identitas dari segala peradaban peradaban yang datang.

“Oleh karena itu hari ini bukan hanya sekedar perayaan seni dan budaya, bagi kita ini adalah pengingat bahwa generasi yang akan datang harus memehami darimana akar budayanya ada di bangsa ini khususnya ada di Jawa Barat,” jelasnya.

Dilanjutkannya, hari ini sebagai ucapan terima kasih dari Pak Gubernur Jawa Barat beliau menyampaikan ke saya agar teman-teman terus semangat memelihara kebudayaan memelihara seni jangan pernah malu menjadi orang sunda, jangan pernah malu memetakan pentas seni di desa-desa.

“Tetapi inilah identitas sebenarnya, inilah harta sebenarnya, inilah jati diri yang harus dipertahankan dari tahun ke tahun bulan ke bulan, hari ke hari, agar kelak anak kita kedepan, generasi kita tumbuh menjadi generasi Jawa Barat Istimewa,” tandas Juson.

Red