Lautan Karyawan PT Daehan Global Bubar Jalan, Jalur Utama Cibadak Lumpuh Total

Daerah54 Dilihat

​SUKABUMI – Arus lalu lintas di ruas jalan raya nasional Cibadak, tepatnya di depan PT Daehan Global, kembali mengalami kemacetan parah pada sore hari ini. Kondisi ini terjadi bertepatan dengan jam pulang kerja ribuan karyawan pabrik garmen terbesar di wilayah tersebut.

​Berdasarkan pantauan di lapangan, kepadatan mulai terjadi sejak pukul 16.00 WIB. Ribuan karyawan yang keluar secara bersamaan dari gerbang pabrik memenuhi bahu jalan, bersaing dengan volume kendaraan yang melintas dari arah Sukabumi menuju Bogor maupun sebaliknya. Senin, 05/01/2026

​Faktor Penyebab Kemacetan

​Beberapa faktor utama yang memicu kemacetan di titik ini antara lain volume pejalan kaki yang menyeberang secara masif, banyaknya angkutan kota yang berhenti sembarangan (ngetem), serta ratusan sepeda motor karyawan yang keluar dari area parkir secara bersamaan.

​Tanggapan Pihak Kepolisian

​Menyikapi kondisi rutin tersebut, Kanit Lantas Polsek Cibadak menyatakan bahwa pihaknya telah menerjunkan personel untuk melakukan pengaturan di titik-titik rawan. Namun, lonjakan volume kendaraan dan manusia yang terjadi secara mendadak memang sulit dihindari.

​”Kami sudah menempatkan anggota di depan gerbang PT Daehan untuk membantu penyeberangan karyawan dan mengatur angkutan umum agar tidak berhenti terlalu lama di bahu jalan. Namun, karena ini adalah jam sibuk dan jalur nasional, penumpukan kendaraan memang tidak terelakkan,” ujar Kanit Lantas Polsek Cibadak saat dikonfirmasi di lokasi.

​Ia juga menambahkan imbauan kepada pihak manajemen perusahaan untuk terus berkoordinasi terkait manajemen waktu keluar karyawan agar tidak terjadi penumpukan di satu waktu yang sama. “Kami berharap ada skema pengaturan jam pulang yang lebih teknis dari pihak internal perusahaan guna mengurangi beban jalan raya,” tambahnya.

​Keluhan Pengguna Jalan

​Kemacetan ini terus memicu keluhan dari para pengguna jalan, terutama sopir logistik dan pengendara pribadi yang terjebak hingga puluhan menit.

​”Setiap sore kalau lewat sini pasti ‘stuck’. Jarak yang harusnya ditempuh 5 menit, bisa jadi 30 menit cuma buat lewat depan Daehan saja,” ujar Kurniawan (34), salah satu pengendara mobil yang melintas.

​Hingga pukul 17.30 WIB, arus lalu lintas perlahan mulai terurai seiring dengan berkurangnya massa karyawan di area tersebut. Kepolisian mengimbau pengendara untuk tetap tertib dan mengikuti arahan petugas di lapangan.

Widiyano*©