Reformasiaktual.com//OKU Timur-Kondisi infrastruktur jalan provinsi di Kecamatan Bunga Mayang, Kabupaten OKU Timur, Sumatera Selatan, kembali menjadi sorotan. Mirisnya, jalan yang baru beberapa bulan lalu diperbaiki kini dilaporkan telah mengalami kerusakan di sejumlah titik.
Pantauan wartawan di lapangan pada Rabu (4/12/2025) menunjukkan badan jalan yang sebelumnya diaspal kembali berlubang, permukaan aspal mengelupas, dan dinilai membahayakan pengguna jalan.
Diketahui, proyek perbaikan ruas jalan provinsi tersebut sebelumnya meliputi pekerjaan tambal sulam, pengaspalan, hingga pelebaran jalan di beberapa titik. Namun, hasil pekerjaan yang diharapkan mampu bertahan dalam jangka panjang justru menunjukkan kondisi sebaliknya.
Sejumlah titik jalan kembali rusak meski usia pengerjaan belum genap satu tahun.
Warga setempat, Kris, mengungkapkan kekecewaannya terhadap kondisi jalan tersebut. Menurutnya, kerusakan yang kembali terjadi dalam waktu singkat menimbulkan tanda tanya besar terkait kualitas pekerjaan yang dilakukan pihak pelaksana.
“Perbaikan ruas badan jalan provinsi ini belum lama, Mas, baru hitungan bulan. Tapi sungguh miris, jalan sudah mengalami kerusakan kembali,” ujarnya kepada wartawan.
Ia menambahkan, kerusakan terlihat jelas di beberapa titik. “Lihat sendiri kondisinya sekarang, jalan mulai berlubang-lubang lagi, aspalnya mengelupas. Kami menduga pengerjaannya terkesan asal jadi,” ungkap Kris.
Kris juga mempertanyakan pihak yang seharusnya bertanggung jawab atas kondisi tersebut. Menurutnya, masyarakat sebagai pengguna jalan tidak sepantasnya disalahkan jika mutu pekerjaan sejak awal tidak dikerjakan secara maksimal.
“Kalau kondisinya seperti ini, siapa yang mesti disalahkan? Apakah pengguna jalan, atau memang sejak awal pelaksanaannya tidak memperhatikan mutu pekerjaan?” terangnya.
Ia berharap pihak berwenang, khususnya instansi terkait, dapat turun langsung ke lapangan untuk melakukan pengecekan ulang. Langkah tersebut dinilai penting guna memastikan kualitas pekerjaan perbaikan jalan provinsi tersebut sesuai dengan spesifikasi dan anggaran yang telah dikeluarkan.
“Kami berharap pihak yang berwenang bisa turun langsung ke lapangan, melakukan cross check kembali agar kualitas pekerjaan ini benar-benar jelas,” tukasnya.
Sementara itu, hingga berita ini diterbitkan, pihak Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Provinsi Sumatera Selatan melalui UPT wilayah Martapura, OKU Timur, belum memberikan penjelasan resmi. Upaya konfirmasi yang dilakukan wartawan belum mendapat respons, pesan yang disampaikan hanya berstatus dibaca.Rilis Krisna







