KH. Zaky Mubarok: Ziaroh Keliling Bersama Majelis Dzikir & Ta’lim Nahdhotussyubban Kupas Perjuangan KH. Zainuddin MZ

TOkoh35 Dilihat

Reformasiaktual.com//BEKASI,
Suasana khidmat menyelimuti Kelurahan Jatibening Baru pada Kamis malam (8/1/2026). Berbondong-bondong jamaah dari berbagai penjuru Bekasi tampak hadir di Jalan H. Namat untuk mengikuti agenda Mingguan “Ziaroh Keliling” yang digelar oleh Majelis Dzikir & Ta’lim Nahdhotussyubban.

​Acara yang dimulai selepas Isya ini bukan sekadar ritual rutin, melainkan perjalanan spiritual yang membangkitkan kerinduan mendalam terhadap para ulama pejuang di tanah Bekasi.

​Menelusuri Jejak Cahaya Para Guru

​Lantunan dzikir yang menggema di sepanjang perjalanan membawa suasana syahdu bagi ratusan jamaah laki-laki dan perempuan. Kehadiran jamaah yang melimpah dari wilayah Pondok Melati, Bantar Gebang, hingga Jatiasih menjadi bukti betapa kuatnya magnet dakwah dibangun oleh Majelis Nahdhotussyubban.

​Ziaroh difokuskan untuk mendoakan tiga tokoh besar yang menjadi pilar keimanan di wilayah tersebut:

  1. ​Almaghfurlah Dr. KH. Zainuddin MZ bin KH. Turmudzi: Sang “Da’i Berjuta Umat” sekaligus perintis pendidikan agama di Jakarta Selatan di Gg. Haji Aom.
  2. ​KH. Madinah bin H. Namat: Tokoh visioner pendiri pusat peribadatan masyarakat.
  3. ​KH. Abdurrahman bin KH. Madinah: Penggerak dakwah generasi muda yang kharismatik.

​Pesan Menyentuh KH. Zaky Mubarok: “Ziaroh Adalah Jembatan Langit”

​Puncak acara ditandai dengan tausiyah yang memukau dari KH. Zaky Mubarok, Pengasuh Pondok Pesantren Al-Hidayah sekaligus Ketua Majelis Nahdhotussyubban. Dengan nada suara yang bergetar penuh emosi, beliau menegaskan bahwa ziarah adalah media pengingat akan fana-nya dunia dan kekalnya nilai perjuangan.

​”Kegiatan ini adalah jembatan yang menghubungkan kita dengan Sang Pencipta, sekaligus pengingat akan warisan luhur para leluhur. Kita tidak hanya menghormati mereka, tapi memikul amanah untuk meneruskan nilai kejujuran dan cinta sesama yang mereka tanamkan,” ujar KH. Zaky Mubarok di hadapan jamaah yang tertunduk khusyuk.

​Banyak jamaah tak kuasa membendung air mata saat KH. Zaky Mubarok menjelaskan bagaimana pengajian dan kedekatan dengan ulama dapat menjadi pondasi utama dalam membangun keluarga yang harmonis dan penuh berkah.

​Meski malam semakin larut, antusiasme jamaah tidak surut. Sebelum keberangkatan menuju Maqbaroh, dilakukan doa perjalanan bersama sebagai simbol keselamatan dan keberkahan niat.

Kegiatan ini ditutup dengan suasana kekeluargaan yang kental, di mana para jamaah saling berbagi pengalaman spiritual yang mereka rasakan selama mengikuti majelis.

​Bagi masyarakat yang ingin ikut barisan kebaikan ini, Majelis Nahdhotussyubban membuka pintu selebar-lebarnya melalui informasi di kanal resmi:

​Facebook: Nahdhotussyubban
​YouTube: Nahdhotussyubban Channel (Live Streaming)
​Instagram: @mt_ns_official.

(Eric Vr)