Probolinggo//Reformasiaktual.com – Spirit peringatan Isra Mikraj versi Bung Karno menggema di ruang utama Kantor DPC PDI Perjuangan Kabupaten Probolinggo, Sabtu (17/01/2026). Kegiatan tersebut dirangkai dengan pemberian santunan kepada 100 anak yatim sebagai wujud kepedulian sosial partai terhadap masyarakat.
Acara ini digelar dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) PDI Perjuangan yang ke-53. Sejumlah tamu undangan yang hadir, di antaranya Ketua PAC PDI Perjuangan se-Kabupaten Probolinggo, dan juga Para Senior partai, serta tokoh masyarakat yang turut memeriahkan kegiatan penuh makna tersebut.
Sambutan ketua panitia disampaikan Dani Adi Riyanto. Dalam sambutannya, ia menegaskan bahwa peringatan Isra Mikraj tidak hanya dimaknai sebagai peristiwa Spiritual, tetapi juga momentum untuk memperkuat nilai-nilai perjuangan, keteladanan, dan kepedulian sosial sebagaimana diajarkan Bung Karno.
Pengisi Acara berikutnya disampaikan Sekretaris DPC PDI Perjuangan Kabupaten Probolinggo, M. Abdul Basit. Ia menyampaikan bahwa kegiatan ini menjadi refleksi penting bagi kader partai untuk terus hadir di tengah masyarakat, tidak hanya dalam momentum politik, tetapi juga dalam kegiatan keagamaan lainnya.
Senada dangan apa yang disampaikan Ketua DPC PDI Perjuangan Kabupaten Probolinggo, H. Khairul Anam, dalam Ungkapanya menekankan pentingnya meneladani spirit Isra Mikraj dalam kehidupan berbangsa dan bernegara. Menurutnya, ajaran Bung Karno tentang keimanan dan kemanusiaan harus terus dihidupkan dalam setiap langkah perjuangan partai diera moderen ini.
Melalui kegiatan ini, Ketua DPC PDI Perjuangan Kabupaten Probolinggo berharap semangat Isra Mikraj dan nilai-nilai Bung Karno dapat terus menginspirasi kader dan masyarakat. Peringatan HUT ke-53 PDI Perjuangan ini menjadi bukti nyata bahwa partai hadir tidak hanya sebagai kekuatan politik, tetapi juga sebagai penggerak nilai keagamaan dan kemanusiaan, “Ujar Khairul Anam.
Kemudian dilanjutkan dangan Ceramah agama sekaligus doa disampaikan oleh KH. Basit Badzali (Gus Bebe) Pengasuh Ponpes Subulul ma’aref kamalkuning Krejengan.
Isi-dalam Mauidhoh hasanah, Gus bebe mengajak seluruh hadirin untuk memperkuat akhlak, menjaga persatuan, serta meningkatkan kepedulian terhadap anak yatim dan kaum dhuafa dan juga sosial lainya.
Dipuncak acara peringatan hari ulang tahun PDI Perjuangan, ditutup dengan prosesi pemotong tumpeng, berlangsung khidmat dan penuh makna.
Ketua DPC PDI Perjuangan H. Khairul Anam memotong tumpeng sebagai simbol rasa syukur, lalu menyerahkannya kepada Sekretaris sebagai wujud kebersamaan, Penghormatan, dan kekompakan dalam kepemimpinan partai.
Momen ini menjadi gambaran nilai gotong royong yang senantiasa dijunjung tinggi oleh PDI Perjuangan.
Potong tumpeng berikutnya dilakukan oleh Sekretaris DPC PDI Perjuangan. Abdul basit diberikan kepada Bendahara, melambangkan kesinambungan tanggung jawab dan Sinergi antarstruktur partai. dan potong tumpeng terahir dilakukan Bendahara diberikan kepada Ketua DPC PDI Perjuangan H.Khairul Anam.
Saling berbagi ini tidak hanya menjadi penutup Acara secara seremonial, tetapi juga mengandung pesan persatuan, soliditas, dan komitmen bersama untuk terus berjuang demi kepentingan rakyat dan kejayaan partai Demokrasi Indonesia Perjuangan dimasa depan. Pungkasnya..!!
Ibrahim






