Sengketa Akses Jalan Warga Dusun Asem Kandang Berujung Damai di Kantor Desa Asembagus

Daerah80 Dilihat

Probolinggo//Reforamasiaktual.com – Sengketa akses jalan pemukiman warga di Dusun Asem Kandang
(RT 3/RW 1), Desa Asembagus, Kecamatan Kraksaan, Kabupaten Probolinggo, akhirnya berujung damai. Mediasi yang digelar di Kantor Desa Asembagus pada Senin (19/01/2026) berlangsung kondusif meski sempat diwarnai ketegangan antarwarga yang berselisih paham terkait hak akses jalan tersebut.

Permasalahan ini bermula dari perbedaan pandangan antara beberapa warga mengenai penggunaan dan status jalan yang selama ini dipakai sebagai akses utama menuju pemukiman. Masing-masing pihak merasa memiliki hak dan kepentingan yang harus dipertahankan, sehingga memicu emosi dan hampir berujung bentrokan fisik.

Situasi sempat memanas ketika adu argumen berubah menjadi dorong-dorongan. Namun, berkat kesigapan aparat dan pemerintah desa, potensi adu jotos berhasil dihindari. Kapolsek Kraksaan, Kompol Masykur, S.H., M.H., dengan refleks cepat langsung turun tangan melerai warga yang tersulut emosi.
Tak hanya aparat kepolisian, Kepala Desa Asembagus, “Ali Ibang Fansuri, juga ikut berbaur di tengah warga.

Dengan Pendekatan persuasif dan dialog dari hati ke hati, kepala desa berupaya menenangkan suasana sekaligus mengajak semua pihak untuk menyelesaikan persoalan secara musyawarah.

Upaya mediasi yang dilakukan di kantor desa akhirnya membuahkan hasil. Kedua belah pihak sepakat menahan diri dan mengedepankan perdamaian demi menjaga kerukunan serta ketertiban lingkungan.

Kesepakatan sementara dicapai Sambil menunggu penyelesaian administratif dan hukum lebih lanjut terkait status akses jalan tersebut.
Kapolsek Kraksaan dalam keterangannya menegaskan pentingnya menahan emosi dan tidak menyelesaikan masalah dengan kekerasan. Ia mengapresiasi sikap warga yang akhirnya mau duduk bersama dan memilih jalur damai sebagai solusi terbaik.

Sementara itu, Kepala Desa Asembagus berharap kejadian ini menjadi pelajaran bersama bahwa setiap persoalan di tengah masyarakat dapat diselesaikan dengan musyawarah. “Alhamdulillah, konflik ini bisa diredam tanpa kekerasan. Persatuan dan kedamaian desa adalah yang utama,” ujar.kepala Desa Asembagus Ali Ibang.!!

 Ibrahin