BANTAENG – reformasiaktual.com
Dalam rangka Festival Remaja Mesjid tingkat Kabupaten Bantaeng tahun 2026 antar DPK BKPRMI dan Remaja Mesjid se-kabupaten Bantaeng di duga mencoreng nama baik BKPRMI khususnya di kabupaten Bantaeng yang kini menjadi sorotan dan menjadi perbincangan masyarakat, dengan adanya kegiatan Lomba dan Pertandingan yang di laksanakan di Lapangan Sport Center Pantai Seruni yang di duga tidak sesuai harapan para peserta pertandingan.
Pasalnya banyak peserta atau atlet yang yang mendapatkan juara mulai dari pertandingan cabang Sepak Takraw/Futsal dan Volly mulai dari juara satu (I) sampai juara (IV) kecewa dan merasa di rugikan di karenakan tak satupun dari para juara yang mendapatkan uang pembinaan dari kegiatan tersebut. karena kegiatan Festival Remaja Mesjid tingkat Kabupaten Bantaeng antara DPK BKPRMI se kabupaten Bantaeng itu di duga kegiatannya hanya pembodohan dan di nilai hanya merugikan bagi para peserta yang bertanding selama Lima (5) hari, mulai dari tanggal 10 sampai 15 Februari 2026 di lapangan Spor center Pantai Seruni, Kelurahan Tappanjeng, Kecamatan Bantaeng, Kabupaten Bantaeng.
Kegiatan Pertandingan tersebut khususnya Sepak Takraw di ikuti dari dari 16 Team yang terdiri dari (8) Kecamatan, dan setiap kecamatan masing-masing diwakili dari (2) Tim. namun apa yang terjadi sampai saat ini semua para juara tidak ada yang mendapatkan uang pembinaan dari tiga cabang pertandingan yang tertulis di atas. begitu juga dengan para wasit di duga sampai naiknya ini berita belum ada yang mendapatkan honor sebagai wasit. sedangkan ada dua (2) kegiatan lomba lain yang di duga mendapatkan Amplop sebagai uang pembinaan pada saat penerimaan hadiah yang di langsungkan di Gedung Balai Kartini pada saat Minggu malam, salah satu lomba yaitu Lomba Hadroh.
Aneh nya lagi, dari tiga (3) cabang pertandingan antara lain Sepak Takraw/Volly dan Futsal hanya satu piala bergilir yang di siapkan oleh Ketua Panitia pelaksana, tentunya ini menjadi bahan perbincangan yang sangat tidak masuk akal. padahal kegiatan ini berlangsung dengan meriah dan di buka langsung oleh bapak Bupati Bantaeng. yang di mana kegiatan tersebut sebagai penanggung jawab kegiatan adalah Ustadz Muh. Yusuf
Dengan adanya kegiatan yang di duga memalukan dan merugikan orang lain, Wartawan dari Media reformasiaktual.com menghubungi Ustad Muh. Yusuf melalui telpon via WhatsApp, namun Ustadz Yusuf menjawab dengan santai dan singkat, kalau ini pak saya sudah pusing ini mencari dana tapi kami tidak dapat, jadi memang ini tidak ada sekali anggaran yang kami Pengan karena beberapa hari ini kami tidak dapat anggaran maupun sponsor dari, manapun.” jawab Ustadz Yusuf di telpon
Dari sinilah Ustadz Yusuf di duga tidak transparan terkait dengan anggaran untuk kegiatan tersebut, karena di dalam pamflet ada beberapa nama Sponsor terlihat. dan Ustadz Yusuf juga di nilai laksanakan kegiatan hanya bertujuan mencari cari nama baik di balik kegiatan ini. sehingga kegiatan ini seperti di paksakan seolah olah pelaksanaan kegiatan Festival Remaja Mesjid antar DPK BKPRMI se kabupaten Bantaeng ini sukses di laksanakan, namun fakta nya di lapangan sangat bobrok dan merugikan para atlet dari beberapa cabang pertandingan. harusnya kegiatan seperti ini harus jelas anggaran nya baru bisa di laksanakan, dan kalau memang tidak punya anggaran jangan di adakan, karena kasihan bagi para peserta atlet yang jauh jauh datang bertanding sampai sampai mereka tidak mengenal lelah mau Hujan dan Panas demi membawa kecamatan masing-masing tetapi begitu mendapatkan juara mereka hanya mendapatkan piala yang setara harganya dengan Rokok yang ada di jual di toko toko beserta piagam penghargaan, itupun pada saat penerimaan hadiah di tunggu sampai tengah malam, kasian masa depan para atlet kalau selalu ada kegiatan yang seperti ini di kabupaten Bantaeng.
AGUS







