Reformasiaktual.com//Karawang-SMKN 1 Banyusari kecamatan banyusari kabupaten karawang, Gelar Pesantren Ekologi Bertema Hemat Energi
Dalam upaya menumbuhkan kesadaran lingkungan dan kesiapan mental siswa, SMKN 1 Banyusari menggelar kegiatan bertajuk Pesantren Ekologi.
Kegiatan ini mengintegrasikan nilai-nilai spiritual dengan praktik pelestarian alam, sekaligus memberikan pembekalan karakter bagi para siswa.
Fokus pada Hemat Energi
Sesi utama dalam pesantren ekologi kali ini menitikberatkan pada edukasi Hemat Energi. Para siswa diajarkan bahwa perilaku bijak dalam menggunakan listrik bukan sekadar upaya menekan biaya, melainkan bentuk tanggung jawab moral terhadap kelestarian bumi.
Para siswa mempraktikkan langsung cara audit energi sederhana dan berkomitmen untuk menerapkan budaya “Matikan Lampu, Cabut Saklar” di lingkungan sekolah maupun rumah.
Pesan Kepala Sekolah: Dari Lingkungan hingga Kesiapan Diri
Kepala SMKN 1 Banyusari
” Kardiyah S,pd menekankan bahwa pendidikan di sekolah harus mencakup aspek yang luas, mulai dari hubungan manusia dengan alam hingga kesiapan menatap masa depan.
“Hemat energi bukan hanya soal biaya, tapi soal tanggung jawab kita sebagai manusia untuk menjaga bumi. Melalui Pesantren Ekologi ini, kami ingin siswa memahami bahwa menjaga lingkungan adalah bagian dari ibadah. Selain fokus pada lingkungan, dalam rangkaian acara ini ada juga sosialisasi kegiatan Bimbingan Perkawinan Pra Nikah Remaja Usia Sekolah (BRUS) yang disampaikan oleh KUA Kecamatan Banyusari agar siswa memiliki bekal pemahaman yang tepat mengenai masa depan mereka,” ungkap beliau.
Kolaborasi dengan KUA Kecamatan Banyusari
Kehadiran pihak KUA Kecamatan Banyusari dalam materi BRUS memberikan dimensi baru dalam kegiatan ini. Sosialisasi tersebut bertujuan untuk memberikan edukasi kepada remaja mengenai pentingnya kematangan usia dan mental sebelum melangkah ke jenjang pernikahan, serta mencegah pernikahan dini di kalangan pelajar.
Dengan perpaduan materi ekologi dan bimbingan karakter ini, SMKN 1 Banyusari berharap dapat mencetak lulusan yang tidak hanya cerdas secara teknis, tetapi juga peduli lingkungan dan memiliki perencanaan hidup yang matang.
(Yogi Suhendra)







