Menjelang Usianya yang masih sangat belia, perjuangan Nada Putri Masruri menjadi Kisah Haru

Daerah102 Dilihat

Probolinggo//=Reformasiaktual.com – Nada Putri Masruri dari Dusun Krajan 1, Desa Sumberan, Kecamatan Besuk,
Kabupaten Probolinggo. Di rumah sederhana, waktu terasa berjalan berbeda bagi keluarganya – bukan untuk mengejar masa depan, melainkan menahan kemungkinan kehilangan yang datang terlalu cepat.
Nada merupakan anak yang telah lama dinantikan.

Setelah tujuh tahun penantian, kehadirannya menjadi kebahagiaan tersendiri bagi kedua orang tuanya. Ia sering menemani ibunya mengajar di taman kanak-kanak, membawa keceriaan kecil yang memenuhi hari-hari mereka.

Namun kebahagiaan itu perlahan berubah saat usia Nada sekitar satu setengah bulan. Ibunya mulai menyadari kejanggalan, dari mata yang menguning hingga perubahan warna tinja. Awalnya dianggap gejala biasa, hingga akhirnya hasil pemeriksaan menunjukkan kadar bilirubin yang sangat tinggi.

Setelah melalui serangkaian pemeriksaan, Nada didiagnosis menderita Atresia Bilier, kelainan langka pada saluran empedu yang dapat merusak hati. Tak hanya itu, ia juga diketahui memiliki kelainan jantung bawaan jenis ASD secundum, yang semakin memperberat kondisinya.

Pada usia 95 hari, Nada menjalani operasi Kasai sebagai upaya awal. Namun harapan itu tidak bertahan lama karena operasi dinyatakan gagal. Sejak saat itu, kondisi Nada terus menurun dengan berbagai komplikasi yang datang silih berganti.

Infeksi berulang, demam, hingga muntah dan buang air berdarah menjadi bagian dari keseharian. Tubuhnya juga mengalami gatal hebat akibat penumpukan bilirubin, sementara perutnya membesar karena pembengkakan hati dan limpa. Hingga kini, Nada pun belum mampu berjalan dan masih bergantung pada gendongan orang tuanya.

Di tengah kondisi tersebut, satu-satunya harapan medis yang tersisa adalah transplantasi hati. Tanpa tindakan itu, fungsi hati Nada akan terus menurun dan mengancam keselamatannya.

Namun harapan tersebut terkendala biaya. Ayahnya yang bekerja sebagai tenaga honorer dan ibunya sebagai guru TK memiliki penghasilan terbatas, yang bahkan sulit mencukupi kebutuhan sehari-hari, apalagi untuk biaya transplantasi yang mencapai ratusan juta rupiah.

Meski begitu, keluarga Nada tidak menyerah. Mereka terus berharap akan adanya uluran tangan dari para dermawan. Bantuan dapat disalurkan melalui
https://kitabisa.com/campaign/nada
bisaberobat⁠�, sementara doa dan dukungan juga menjadi kekuatan besar agar Nada terus bertahan dan mendapatkan kesempatan untuk sembuh.!!

 Ibrahim