Minim Kantong Parkir, Pemicu Menjamurnya Parkir Liar di Bandung

Berita Kota24 Dilihat

Reformasiaktual.com//KOTA BANDUNG – Maraknya parkir liar kembali menjadi sorotan di sejumlah sudut Bandung.

Fenomena ini terus terjadi meski pihak terkait, khususnya Dinas Perhubungan Kota Bandung, rutin melakukan razia dan penertiban hampir setiap hari.

Permasalahan tersebut telah menjadi perhatian serius, terutama oleh Bidang Pengendalian dan Ketertiban Transportasi (PDKT) Dinas Perhubungan Kota Bandung. Melalui Seksi Ketertiban Transportasi, Ulloh Abdulloh yang saat ini menjabat sebagai kepala seksi, aktif memimpin operasi penertiban parkir liar bersama tim gabungan.

Menurut Ulloh Abdulloh, pihaknya secara intens melakukan pengawasan di lapangan. Namun, keterbatasan sarana dan jumlah personel membuat praktik parkir liar seolah “kucing-kucingan” dengan petugas.
“Penertiban hampir setiap hari dilakukan, tetapi dengan keterbatasan yang ada, praktik parkir liar masih terus bermunculan,” ujarnya.

Hasil penelusuran tim media juga mengungkap bahwa persoalan ini turut menjadi perhatian Badan Layanan Umum Daerah (BLUD) Parkir Kota Bandung. Berbagai upaya dan inovasi tengah dikaji untuk mengatasi permasalahan tersebut.

Salah satu langkah yang direncanakan adalah penambahan kantong-kantong parkir resmi serta peningkatan sinergitas lintas instansi dalam penertiban dan sosialisasi kepada masyarakat. Hal ini disampaikan dalam keterangan pada Kamis (16/04/2026).

Secara umum, persoalan parkir memang menjadi tantangan klasik di kota-kota besar di Indonesia.

Keterbatasan lahan, minimnya sarana prasarana, serta kurangnya personel menjadi faktor utama yang memperparah kondisi di lapangan.

Menanggapi hal tersebut, Kepala Dinas Perhubungan Kota Bandung, melalui Kepala Seksi BLUD Parkir Yogi Mamesa, menegaskan bahwa pihaknya memahami berbagai kendala yang ada.

“Keterbatasan bukan menjadi penghalang bagi kami untuk terus berinovasi. Kami rutin melakukan kegiatan lintas instansi untuk menekan parkir liar yang meresahkan masyarakat. Kami juga terus mengimbau warga agar menggunakan area parkir resmi, selain lebih aman, tarifnya juga sesuai aturan,” ungkap Yogi.

Ia juga menambahkan bahwa potensi Pendapatan Asli Daerah (PAD) dari sektor parkir masih dapat dioptimalkan.

Sejumlah usulan telah diajukan dan saat ini tengah dalam tahap kajian, termasuk pembangunan fasilitas parkir modern.

Di antaranya adalah pembangunan rooftop parking (area parkir di atap gedung) serta sistem stacker parking, yang memungkinkan kendaraan ditata dalam satu bangunan secara efisien.

“Kami telah mengusulkan penambahan area parkir resmi, termasuk konsep rooftop dan stacker parking. Saat ini masih dalam kajian,” jelasnya.

Ke depan, pihaknya juga akan meningkatkan sosialisasi melalui pemasangan banner di titik-titik strategis untuk mengarahkan masyarakat agar memanfaatkan parkir resmi. Selain itu, masyarakat juga diajak berperan aktif memberikan informasi terkait lokasi parkir liar.

“Kami terbuka terhadap masukan dari berbagai pihak demi kemajuan bersama dan peningkatan PAD Kota Bandung,” pungkasnya.

Asep