Perayaan 71 tahun Konferensi Asia Afrika mengusung Tema Bandung Spirit “Budaya sebagai Jembatan Perdamaian Dunia”

Entertainment39 Dilihat

Reformasiaktual.com//Kota Bandung-Kementrian Kebudayaan RI mengadakan Acara Perayaan 71 tahun Konfrensi Asia Afrika.dengan mengusung tema Bandung spirit: “budaya sebagai jembatan perdamaian dunia”, Acara
Diadakan di Hotel Savoy Homan pada hari Minggu ,19 April 2026.

Menteri Kebudayaan Fadli Zon terlihat menghadiri acara di dampingi Walikota Bandung,H.Muhamma Farhan,serta serta para duta besar negara sahabat,Abah anton charliyan Budayawan (Mantan Kapolda Jabar), Rekan Media Serta para tamu undangan lainnya.

Dalam kesempatan itu Menteri Kebudayaan Fadli Zon menegaskan Semangat Bandung atau Bandung Spirit yang lahir dari Konferensi Asia-Afrika tetap relevan sebagai kompas moral di tengah dinamika global yang semakin tidak pasti.

“Di tengah dunia yang semakin tidak pasti, Bandung Spirit justru menjadi relevan sebagai kompas moral. Jika kita ingin membangun perdamaian berkelanjutan maka kita harus melindungi kebudayaan,”Ucap nya

Menurut Fadli, kebudayaan harus ditempatkan sebagai instrumen utama diplomasi untuk memperkuat solidaritas dan persahabatan antarbangsa, khususnya di kawasan Asia dan Afrika.

Ia mengatakan dalam dunia yang semakin tanpa batas, kebudayaan memiliki dua peran penting, yakni sebagai benteng untuk menjaga jati diri bangsa sekaligus sebagai jembatan untuk membuka dialog internasional.

Fadli Zon juga menekankan pentingnya melindungi kebudayaan sebagai bagian dari upaya membangun perdamaian berkelanjutan.

“Kita harus memastikan bahwa tidak ada perang yang menghapus sejarah suatu bangsa, tidak ada dominasi yang membungkam identitas, dan tidak ada sistem global yang mengabaikan suara mereka yang lemah,”Tegasnya lagi

Fadli menyampaikan bahwa Konferensi Asia-Afrika yang telah berlangsung 71 tahun silam merupakan tonggak penting diplomasi dunia.

Dari forum tersebut, lahir prinsip-prinsip Dasasila Bandung yang mendorong solidaritas, kerja sama, dan menjadi cikal bakal Gerakan Non-Blok, serta mengawal perjuangan kemerdekaan bangsa-bangsa terjajah.

“Semangat solidaritas, kesetaraan, dan kerja sama antarbangsa harus terus digaungkan sebagai kekuatan moral menghadapi dunia yang semakin terfragmentasi, Bahwa perbedaan antarbangsa tidak menjadi sumber perpecahan, tetapi menjadi kekuatan untuk membangun dunia yang lebih adil, damai, dan beradab.pungkasnya

Dalam acara Peringatan 71 tahun Konferensi Asia Afrika juga di warnai dengan peluncuran buku dokumentasi foto yang berjudul “Konferensi Asia Afrika dalam gambar.”

Asep