Reformasiaktual.com//GARUT – Pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di wilayah Tarogong Kaler, Kabupaten Garut, menjadi perhatian setelah muncul keluhan dari sejumlah siswa SDN 3 Cimanganten terkait menu makanan yang disajikan.
Informasi tersebut beredar melalui video yang menunjukkan adanya keluhan siswa terhadap kondisi makanan. Dalam video itu, disebutkan adanya menu yang dianggap kurang layak untuk dikonsumsi.
Menindaklanjuti hal tersebut, tim media melakukan penelusuran ke lokasi sekolah guna mengonfirmasi informasi yang beredar.
Salah satu tenaga pengajar membenarkan adanya keluhan dari siswa dalam dua hari berturut-turut.
“Memang ada keluhan pada hari Senin dan Selasa terkait menu makanan, sehingga tidak dikonsumsi oleh sebagian siswa,” ujarnya.
Kepala sekolah Wiwin menyampaikan bahwa pihaknya telah melakukan langkah evaluasi internal.
“Kami sedang melakukan evaluasi dan berkoordinasi agar ke depan makanan yang diberikan benar-benar layak, higienis, dan sesuai harapan,” jelasnya.
Sementara itu, perwakilan SPPG Pasawahan juga telah memberikan klarifikasi serta menyampaikan permohonan maaf. Pihaknya mengaku telah melakukan perbaikan, termasuk penggantian menu agar lebih layak dikonsumsi.
Peristiwa ini turut mendapat perhatian dari berbagai pihak. Sejumlah elemen masyarakat berencana melakukan audiensi dengan pemerintah daerah guna memastikan pelaksanaan program MBG berjalan sesuai ketentuan.
Mengacu pada prinsip pemberitaan yang berimbang, media juga masih membuka ruang konfirmasi lanjutan kepada pihak-pihak terkait guna memperoleh informasi yang lebih lengkap dan akurat.
Tony







