



Reformasiaktual com//Bandung Barat
Lembang – Milangkala Desa (Hari Jadi Desa) di Jawa Barat merupakan tradisi penting yang dilaksanakan sebagai wujud rasa syukur kepada Tuhan YME sekaligus mengenang para tokoh pendiri Desa. Perayaan ini kental dengan nuansa seni adat budaya Sunda (Ngamumule Budaya) untuk mempererat tali silaturahmi warga dan melestarikan warisan leluhur.
Kemeriahan Milangkala ke-47, Desa Gudang Kahuripan, Kecamatan Lembang, Bandung Barat, Jawa Barat, di gelar dua hari Sabtu-Minggu (25&26 April 2026) di lapangan Sinapeul, disambut antusias oleh ribuan Warga Masyarakat Desa Gudang Kahuripan.
Milangkala Desa Gudang Kahuripan ke- 47 di isi dengan berbagai macam pentas Kreasi Seni dan Budaya Sunda, dan menghadirkan sejumlah artis lokal dan ternama serta digelar juga Sisingaan serta Do’a bersma dan penutup Wayang Golek . Panitia juga membuka peluang menghadirkan artis ternama untuk menambah perayaan semarak, sekaligus menarik minat generasi muda,” Minggu (26/04/2026)
Kepala Desa Gudangkahuripan, Agus Karyana S.T, berharap kegiatan ini tidak hanya menjadi hiburan, tetapi juga sarana melestarikan seni dan budaya.
Lebih jauh, Agus menekankan bahwa dalam Milangkala Desa Gudang Kahuripan ke-47 diharapkan mampu mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat dalam pasar UMKM. Harapannya Milangkala ini bisa memberikan dampak positif, baik dari sisi budaya maupun ekonomi,” harapnya.
Milangkala ke-47 Desa Gudang Kahuripan menjadi Momentum, kebersamaandan gotong royong sauyunan yang berkesan, dengan kombinasi seni tradisi, budaya serta partisipasi masyarakat,
Dengan konsep meriah dan melibatkan seluruh lapisan masyarakat, disiapkan mencakup karnaval, pentas seni budaya dari tiap RW, hingga pasar UMKM yang memberi ruang bagi pelaku usaha lokal,” terangnya.
Agus menambahkan “Sacangreud Pageuh Sagilek Pangkek, Bakti Satia ka Nagri Bela Pati Ka Nagara.” Tema ini mencerminkan pentingnya kebersamaan, tekad yang kuat, serta loyalitas terhadap bangsa sebagai landasan Pembangunan Desa.
“Semangat ini menjadi dorongan bagi kami untuk terus membangun Desa dengan kekompakan dan pengabdian kepada masyarakat,” ujarnya.
Acara puncak akan ditutup dengan pertunjukan wayang golek, sebuah tradisi yang menjadi daya tarik utama bagi warga maupun tamu undangan.
Selain warga, sejumlah tamu undangan juga turut hadir, mulai dari Bupati Bandung Barat, Dinas Pariwisata, anggota DPRD Kabupaten Bandung Barat, camat Lembang, tokoh masyarakat, hingga para Kepala Desa se-Kecamatan Lembang dan tamu undangan lainnya.
Journalist A2n***RA







