Misbakhun: SOKSI Siap Lahirkan Kader Berkualitas untuk Golkar dan Pemerintahan

Lembaga27 Dilihat

Reformasiaktual.com//Kota Bandung-Ketua Umum Depinas SOKSI sekaligus Ketua Komisi XI DPR RI Mukhamad Misbakhun menegaskan komitmen organisasinya untuk terus melahirkan kader-kader berkualitas bagi Partai Golkar dan pemerintahan. Pernyataan itu disampaikan saat membuka Rapat Kerja Nasional (Rakernas) I dan Rapat Pimpinan Nasional (Rapimnas) I SOKSI Tahun 2026 di Ballroom Hotel Indigo Bandung, Jumat (15/5/2026).

“SOKSI merasa punya tanggung jawab yang sangat besar sebagai ormas, salah satu ormas pendiri Partai Golkar, untuk memberikan kontribusi kepada Partai Golkar,” ujar Misbakhun.

Kontribusi tersebut, kata dia, diwujudkan dengan menyiapkan kader terbaik untuk mengisi posisi pimpinan di internal partai, pemerintahan, hingga lembaga legislatif di berbagai tingkatan.

Strategi utama yang diusung SOKSI adalah penguatan Pendidikan Politik Kader Bangsa (P2KB) sebagai instrumen pendidikan ideologi karya-kekaryaan. Program ini akan dijalankan secara masif oleh seluruh kader di seluruh Indonesia untuk menyongsong periode organisasi 2025-2030.

Selain konsolidasi internal, Misbakhun juga menyoroti kondisi ekonomi nasional, khususnya kebijakan subsidi energi di tengah fluktuasi harga minyak global. Ia memastikan pemerintah telah memberikan jaminan untuk tidak menaikkan harga BBM bersubsidi selama harga rata-rata minyak mentah dunia masih di bawah ambang batas tertentu.

“Pemerintah melalui Menteri Keuangan telah memberikan kepastian sepanjang harga minyak rata-rata 100 dolar per barel, maka harga minyak tidak akan dinaikkan,” katanya.

Menurut Misbakhun, kondisi anggaran negara saat ini masih aman untuk menopang beban subsidi karena harga rata-rata minyak belum melampaui angka tersebut.

Ia juga mendorong Bank Indonesia mengambil langkah konkret untuk menstabilkan nilai tukar rupiah. Misbakhun menyebut Gubernur BI telah menyatakan rupiah saat ini undervalued dan perlu dikembalikan ke nilai wajarnya.

“Gubernur Bank Indonesia telah menyampaikan bahwa rupiah undervalued, sehingga perlu membawa rupiah kepada nilai yang disebut undervalued itu nilai yang pastinya di mana,” ujar Misbakhun.

“Soksi harus bisa menjadi bagian yang berkontribusi memberikan dukungan itu,” tambahnya.

Soroti Kesejahteraan Buruh Perkebunan dan Lingkungan

Forum Rakernas SOKSI turut membahas isu kesejahteraan buruh perkebunan dan kerusakan lingkungan. Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi menilai masyarakat di kawasan perkebunan masih menghadapi ironi sosial, di mana banyak pekerja justru hidup dalam kemiskinan.

“Hari ini adalah sebuah ironi yakni warga perkebunan menjadi kaum miskin,” kata Dedi.

Ia menyoroti upah buruh yang rendah dan dana pensiun yang minim, rata-rata hanya Rp300 ribu. Dedi juga menyoroti alih fungsi hutan menjadi perkebunan sawit yang dinilai memicu kerusakan lingkungan dan memperbesar risiko kemiskinan masyarakat sekitar.

Pemprov Jabar, kata dia, mulai melakukan pemulihan kawasan perkebunan melalui program konservasi dan pemberdayaan masyarakat.

“Hutan harus dijaga, perkebunan harus terkelola dan masyarakat sekitar harus sejahtera,” tandasnya.

Rakernas dan Rapimnas SOKSI 2026 menjadi ajang konsolidasi organisasi sekaligus perumusan arah kebijakan untuk lima tahun ke depan.

Asep