Sosialisasi dan Pelatihan Gratis MAREMA untuk UMKM di Kecamatan Lengkong

Daerah20 Dilihat

BANDUNG – Dinas Koperasi dan UKM Kota Bandung bersama Pemerintah Kecamatan Lengkong menggelar Sosialisasi dan Pelatihan Gratis MAREMA bagi pelaku UMKM di Aula Kantor Kecamatan Lengkong, Jl. Talaga Bodas No. 35, Malabar, Kamis (21/5/2025).

Program MAREMA atau Maju Sareng Digital Marketing Utama merupakan inisiatif pelatihan digital marketing untuk mendorong UMKM Kota Bandung naik kelas. Kegiatan ini merupakan hasil kolaborasi Pemkot Bandung dengan Megavision sebagai bagian dari upaya mewujudkan visi Bandung UTAMA: UMKM Tangguh, Mandiri, dan Naik Kelas.

Camat Lengkong Wiwit Afiantoro, http://S.Sos, mengatakan antusiasme peserta melebihi target. Dari 15 pelaku UMKM yang diundang karena keterbatasan tempat, jumlah peserta yang hadir mencapai lebih dari 40 orang.

“Kegiatan ini untuk memberikan edukasi bagi pelaku usaha UMKM secara lengkap. Mudah-mudahan ini menjadi angin segar. Kami awalnya mengundang 15 pelaku usaha karena keterbatasan fasilitas, tapi antusias masyarakat luar biasa, ada sekitar 40 lebih peserta yang datang,” ujar Wiwit.

Ia berharap program ini dapat membantu pelaku UMKM di Kecamatan Lengkong meningkatkan pendapatan melalui digital marketing.

“Harapan saya dengan adanya MAREMA, pelaku usaha UMKM di Kecamatan Lengkong khususnya, dan Kota Bandung umumnya, bisa betul-betul terbantu dan pendapatannya meningkat,” tambahnya.

Ketua Tim MAREMA & Pendamping Usaha Mikro Kota Bandung, Kang Edo, menjelaskan pelatihan di Lengkong merupakan yang ketujuh dari rencana 30 kecamatan di Kota Bandung. Program ini menyasar pelaku UMKM agar bisa lebih maju dan omsetnya meningkat.

“Kegiatan hari ini adalah pelatihan gratis untuk pelaku UMKM yang masuk ke program MAREMA. Kami akan roadshow di 30 kecamatan. Alhamdulillah masyarakat antusias, terutama pelaku UMKM di Kecamatan Lengkong,” kata Kang Edo.

Ia menegaskan program unggulan Wali Kota Bandung ini tidak menggunakan anggaran APBD, melainkan didukung pihak sponsor, salah satunya Megavision.

Setelah pelatihan, peserta akan dimasukkan ke grup pendampingan agar terus dipantau, dibantu, dan bisa berinteraksi dengan pelaku UMKM lainnya.

“Alhamdulillah sudah banyak pelaku usaha yang omsetnya meningkat setelah ikut pelatihan dan menerapkan digital marketing. Contohnya ada pelaku UMKM yang sebelumnya omsetnya Rp3-4 juta per bulan, sekarang naik menjadi Rp7-8 juta per bulan,” pungkas Kang Edo.