Pengamanan Humanis Polrestabes Bandung dan Polda Jabar Tuai Apresiasi Warga dan Mahasiswa

TNI/Polri16 Dilihat

Bandung – Kinerja pengamanan yang dilakukan jajaran Polrestabes Bandung dan Polda Jawa Barat selama rangkaian aksi unjuk rasa di depan Gedung DPRD Jawa Barat mendapat apresiasi dari warga dan kalangan mahasiswa.
Pendekatan yang diterapkan aparat kepolisian dinilai berlangsung humanis, profesional, dan mampu menjaga situasi tetap aman serta kondusif selama demonstrasi berlangsung.
Aksi penyampaian aspirasi tersebut digelar dalam tiga kesempatan berbeda, yakni pada Kamis (11/6/2026), Senin (15/6/2026), dan Rabu (17/6/2026). Dalam setiap kegiatan, personel kepolisian melakukan pengamanan di sejumlah titik di sekitar kawasan DPRD Jawa Barat untuk memastikan jalannya aksi tetap tertib dan tidak mengganggu aktivitas masyarakat.
Berdasarkan pantauan di lapangan, aksi mahasiswa dan elemen masyarakat berlangsung damai tanpa adanya kerusuhan maupun kerusakan fasilitas umum. Massa aksi dapat menyampaikan tuntutannya secara terbuka, sementara aktivitas masyarakat di sekitar lokasi tetap berjalan normal.
Asep (47), warga Kecamatan Batununggal, mengaku mengapresiasi kehadiran aparat kepolisian yang dinilainya mampu memberikan rasa aman bagi masyarakat selama aksi berlangsung.
“Kami mengapresiasi kinerja polisi yang menjaga keamanan selama aksi berlangsung. Demonstrasi berjalan lancar dan tidak ada kerusuhan maupun pengerusakan. Masyarakat juga tetap bisa beraktivitas dengan nyaman,” ujarnya.
Menurut Asep, keberhasilan pengamanan tidak hanya terlihat dari situasi yang tetap kondusif, tetapi juga dari kemampuan aparat dalam menjaga keseimbangan antara hak masyarakat untuk menyampaikan pendapat dengan kepentingan umum yang harus tetap terlindungi.
Apresiasi serupa disampaikan Siti (39), warga Kecamatan Coblong. Ia menilai petugas kepolisian tidak hanya fokus mengamankan jalannya aksi, tetapi juga sigap mengatur arus lalu lintas untuk mencegah kemacetan di sekitar lokasi demonstrasi.
“Petugas terlihat sigap mengatur kendaraan dan memberikan arahan kepada pengguna jalan. Ini sangat membantu warga yang melintas di sekitar lokasi aksi,” katanya.
Sementara itu, Rizky (22), mahasiswa yang turut mengikuti aksi, menilai aparat kepolisian memberikan ruang yang cukup bagi peserta untuk menyampaikan aspirasi secara tertib dan terbuka.
Ia mengungkapkan bahwa komunikasi yang terjalin antara petugas dan peserta aksi berjalan baik sehingga tidak terjadi kesalahpahaman yang berpotensi memicu ketegangan.
“Kami tetap dapat menyampaikan aspirasi dengan baik dan aparat juga memberikan pengamanan secara humanis. Komunikasi yang terjalin selama aksi berlangsung cukup baik,” ujarnya.
Keberhasilan pengamanan rangkaian aksi unjuk rasa tersebut menunjukkan komitmen Polrestabes Bandung dan Polda Jawa Barat dalam mengedepankan pendekatan persuasif serta menjunjung tinggi hak konstitusional masyarakat untuk menyampaikan pendapat di muka umum, sembari menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat.
Pengamanan aksi unjuk rasa di sekitar Gedung DPRD Jawa Barat melibatkan Polrestabes Bandung dan Polda Jawa Barat di wilayah Bandung.