Sambut Tahun Baru Islam 1448 H, Yayasan Insan Cita Al-Firdaus Santuni 100 Anak Yatim Piatu di Purwakarta

Entertainment61 Dilihat

PURWAKARTA – reformasiaktual.com Dalam rangka menyambut Tahun Baru Islam 1448 Hijriah sekaligus memperingati Milangkala Purwakarta ke-196 dan Hari Jadi Kabupaten Purwakarta ke-58, Yayasan Insan Cita Al-Firdaus menggelar kegiatan Asyuroan dan Istighotsah yang dirangkai dengan santunan kepada 100 anak yatim piatu, Jumat (26/6/2026).

Kegiatan yang berlangsung di Yayasan Insan Cita Al-Firdaus, Kampung Jati RT 012/RW 006, Desa Cihuni, Kecamatan Pasawahan, Kabupaten Purwakarta tersebut berlangsung khidmat dan penuh kebersamaan. Acara mengusung tema “Ngurus Lembur, Nata Kota, Purwakarta Istimewa.”

Hadir dalam kegiatan tersebut Kepala Dinas Pendidikan (Kadisdik) Kabupaten Purwakarta yang mewakili Bupati Purwakarta, Kapolsek Pasawahan, Camat Pasawahan, Wakil Ketua PCNU, para kepala desa se-Kecamatan Pasawahan, serta perwakilan dari BAZNAS Kabupaten Purwakarta.

Kehadiran para unsur pemerintah, tokoh agama, dan lembaga sosial menunjukkan sinergi dalam memperkuat nilai-nilai kepedulian sosial serta meningkatkan ukhuwah Islamiyah di tengah masyarakat, khususnya dalam momentum menyambut 1 Muharram 1448 Hijriah.

Selain menggelar doa bersama dan istighotsah, panitia juga memberikan santunan kepada 100 anak yatim piatu sebagai bentuk kepedulian terhadap anak-anak yang membutuhkan perhatian dan dukungan dari berbagai elemen masyarakat.

Momentum Tahun Baru Islam menjadi pengingat penting bagi umat Islam untuk melakukan introspeksi diri, memperkuat keimanan, serta meningkatkan kepedulian sosial melalui berbagai kegiatan yang membawa manfaat bagi sesama.

Kegiatan santunan kepada anak yatim juga sejalan dengan nilai-nilai yang diajarkan dalam Islam mengenai pentingnya memuliakan dan menyayangi anak yatim. Di sisi lain, kegiatan sosial seperti ini turut mendukung semangat pembangunan karakter masyarakat yang religius, peduli, dan gotong royong.

Dengan terselenggaranya kegiatan Asyuroan, Istighotsah, dan santunan anak yatim ini, diharapkan semangat kebersamaan antara pemerintah, ulama, lembaga sosial, dan masyarakat semakin kuat dalam mewujudkan Purwakarta yang harmonis, religius, dan berkeadilan sosial.

RN