Tasyakur Bini’matillah 1448 H, Desa Sukanagara Gelar Ruwat Bumi dan Pagelaran Wayang Kulit

Daerah41 Dilihat

Ciamis, ReformasiAktual, Com– Pemerintah Desa Sukanagara, Kecamatan Lakbok, Kabupaten Ciamis, menggelar Tasyakur Bini’matillah dalam rangka memperingati Tahun Baru Islam 1448 Hijriah yang dirangkaikan dengan kegiatan Ruwat Bumi, kenduri dan doa bersama, santunan anak yatim piatu, serta pagelaran wayang kulit, Sabtu (27/6/2026).

Kegiatan yang berlangsung meriah dan penuh khidmat tersebut dihadiri oleh Camat Lakbok Asep Misbahudin, SH., MM., unsur Danramil dan Kapolsek Lakbok, para kepala desa se-Kecamatan Lakbok, tokoh masyarakat, tokoh pemuda, Ketua LPM, BPD, serta masyarakat dari berbagai wilayah sekitar.

Acara dibuka secara resmi oleh Kepala Desa Sukanagara, Asep Aos Maosul. Dalam sambutannya, ia menyampaikan bahwa peringatan Tahun Baru Islam sekaligus tradisi Ruwat Bumi merupakan bentuk rasa syukur masyarakat kepada Allah SWT atas segala nikmat, keselamatan, dan hasil bumi yang telah diberikan.

“Momentum Tahun Baru Islam ini menjadi sarana untuk memperkuat keimanan, mempererat silaturahmi, serta melestarikan budaya dan tradisi leluhur yang menjadi identitas masyarakat Desa Sukanagara,” ujarnya.

Selain menggelar doa bersama dan kenduri, pemerintah desa juga memberikan santunan kepada anak yatim piatu sebagai bentuk kepedulian sosial dan wujud kebersamaan dalam menyambut tahun baru Hijriah.

Puncak kegiatan ditandai dengan pagelaran wayang kulit yang menghadirkan dalang muda Ki Gilang Ari Pradana, S.Sn, dengan lakon “Kongso Adu Jago”. Pertunjukan yang dimulai pukul 20.00 WIB tersebut mendapat sambutan antusias dari masyarakat yang memadati lokasi acara.

Camat Lakbok, Asep Misbahudin, SH., MM., mengapresiasi penyelenggaraan kegiatan yang dinilai mampu menjaga kelestarian budaya lokal sekaligus memperkuat nilai-nilai religius di tengah masyarakat.
Menurutnya, tradisi Ruwat Bumi yang dipadukan dengan peringatan Tahun Baru Islam merupakan wujud harmonisasi antara budaya dan spiritualitas yang perlu terus dijaga dan diwariskan kepada generasi muda.

Suasana kebersamaan tampak begitu kental sepanjang rangkaian kegiatan. Kehadiran para kepala desa se-Kecamatan Lakbok, unsur Forkopimcam, tokoh masyarakat, serta berbagai elemen warga menjadi bukti kuatnya sinergi dalam menjaga tradisi, budaya, dan nilai-nilai keagamaan di wilayah tersebut.

Melalui kegiatan ini, masyarakat Desa Sukanagara berharap keberkahan, keselamatan, serta kemajuan desa dapat terus terwujud, seiring dengan semangat memasuki Tahun Baru Islam 1448 Hijriah.

(Dirman, Ali)