Reformasiaktual.com//SUKABUMI – Syukuran Nelayan Palangpang ke-69 Tahun 2026 di Pantai Palangpang, Desa Ciwaru, Kec. Ciemas bukan lagi sekadar ritual adat. Tradisi tahunan ini kini menjadi motor pariwisata, UMKM, dan ekonomi masyarakat pesisir di kawasan Ciletuh-Palabuhanratu UNESCO Global Geopark.
Perhelatan 15-19 Juli 2026 itu dipusatkan di pesisir selatan dan dihadiri ribuan pengunjung.
Dukungan DPRD
Ketua DPRD Kab. Sukabumi Budi Azhar Mutawali memberikan apresiasi penuh.
“Selamat dan sukses Syukuran Nelayan Desa Ciwaru ke-69 Tahun 2026. Ngagungkeun nu Kawasa, Ngajaga Budaya, Ngamulyakeun Nelayan,” ungkapnya, Minggu 19/7/2026.
Menurutnya, pesta laut ini punya nilai strategis. Selain melestarikan budaya, juga membuka ruang ekonomi baru yang langsung berdampak ke kesejahteraan warga.
Geliat Seni, Adat & UMKM
Rangkaian acara mengawinkan kesakralan dengan hiburan modern:
- Prosesi Adat: Larung sesaji & doa bersama syukur hasil laut
- Seni & Hiburan: Seni Sunda, panggung rakyat
- Olahraga: Lomba antargenerasi
- Ekonomi: Bazar UMKM, kuliner khas pesisir, kerajinan tangan
Lonjakan wisatawan otomatis mendongkrak omzet homestay, warung, transportasi, hingga perajin cendera mata.
“Pelestarian leluhur harus sejalan dengan modernisasi pariwisata. Tradisi tetap sakral, tapi adaptif jadi sumber pertumbuhan ekonomi berkelanjutan,” tegas Budi Azhar.
Target Naik Kelas Nasional
Budi mengajak wisatawan datang ke Geopark Ciletuh pertengahan Juli. Selain menikmati Pantai Palangpang dan larung sesaji, pengunjung bisa langsung membeli produk UMKM Ciemas.
“Kami berharap Syukuran Nelayan Ciwaru bisa naik kelas jadi agenda budaya berskala nasional. Mari jaga tradisi ini sebagai identitas dan warisan untuk generasi mendatang,” tandasnya.







