BARRU — reformasiaktual.com
Mahasiswa Program Studi Pendidikan Dokter, Fakultas Kedokteran, Universitas Hasanuddin (Unhas), yang tergabung dalam Kuliah Kerja Nyata Profesi Kesehatan (KKN-PK) Angkatan 69 melaksanakan program kerja kelompok bertajuk “Sehat dengan Mappadeceng Golla melalui Edukasi, Skrining, dan Gaya Hidup Sehat” bagi warga Dusun Bunne, Desa Kading, Kecamatan Tanete Riaja, Kabupaten Barru, pada Kamis, 30 Juli 2026. Kegiatan berlangsung di Kantor Desa Kading dan diselenggarakan atas kolaborasi mahasiswa dengan Puskesmas Lisu selaku fasilitas kesehatan pembina wilayah tersebut.
Program ini digagas atas dasar data epidemiologis dari Puskesmas Lisu yang mencatat Diabetes Melitus sebagai salah satu penyakit dengan kasus tertinggi di Desa Kading. Kondisi tersebut mendorong perlunya intervensi untuk meningkatkan pengetahuan, kesadaran, dan perilaku masyarakat dalam upaya pencegahan serta pengendalian Diabetes Melitus, khususnya melalui edukasi, skrining dini, dan penerapan gaya hidup sehat secara berkelanjutan.
Rangkaian kegiatan meliputi Cek Kesehatan Gratis (CKG) yang mencakup pengukuran antropometri, pemeriksaan tekanan darah, skrining Tuberkulosis (TBC), serta tes kolesterol dan gula darah. Selain layanan pemeriksaan, kegiatan turut dirangkaikan dengan senam lansia serta sesi edukasi interaktif bertema “Isi Piringku” yang dikemas melalui permainan (games) guna meningkatkan pemahaman masyarakat mengenai pola makan bergizi seimbang.
Koordinator Desa KKN-PK Angkatan 69 Desa Kading, Muhammad Arham Gani, menyampaikan harapannya terkait pelaksanaan program ini.
“Saya harap program kerja yang kami lakukan ini dapat bermanfaat dan meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya pemeriksaan kesehatan rutin bagi masyarakat Desa Kading,” ujarnya.
Melalui sinergi antara mahasiswa KKN-PK Unhas dan Puskesmas Lisu, program “Mappadeceng Golla” diharapkan dapat menjadi langkah awal deteksi dini Diabetes Melitus sekaligus mendorong perubahan perilaku masyarakat Dusun Bunne ke arah pola hidup yang lebih sehat dan berkelanjutan.
Kegiatan ini juga diharapkan dapat memperkuat peran aktif tenaga kesehatan dan kader posyandu setempat dalam melakukan pemantauan berkelanjutan terhadap warga dengan faktor risiko Diabetes Melitus di wilayah kerja Puskesmas Lisu.
AGUS









