Lahan Kebun Bambu di Sukahaji Terbakar, Petugas Gabungan Bersama Warga Bahu-Membahu Padamkan Api

TNI/Polri26 Dilihat

Majalengka, Kebakaran lahan kembali melanda wilayah Kabupaten Majalengka. Sebuah kebun bambu yang terletak di Blok 6 Desa Cikoneng, Kecamatan Sukahaji, hangus terbakar pada Senin malam (10/8/2026).

Peristiwa tersebut pertama kali diketahui warga sekitar pukul 18.00 WIB. Saksi bernama Ade Mardiansyah mendapat laporan dari warga yang melihat adanya kepulan api membumbung tinggi di area kebun bambu. Setelah mengecek langsung ke lokasi, Ade mendapati kobaran api telah membesar dan segera melaporkannya ke pihak Muspika Kecamatan Sukahaji.

Mendapat laporan tersebut, Kapolsek Sukahaji AKP Erik Riskandar, S.H., M.H., bersama anggota bergerak cepat menuju Tempat Kejadian Perkara (TKP) bersama personel Koramil Sukahaji, Satpol PP Kecamatan Sukahaji, tim BPBD Kabupaten Majalengka, Pemerintah Desa Cikoneng, serta warga setempat.

Kapolres Majalengka AKBP M. Aldy Sulaiman, S.I.K., M.Si., melalui Kapolsek Sukahaji AKP Erik Riskandar, S.H., M.H., menyampaikan bahwa penanganan kebakaran dilakukan secara kolaboratif menggunakan peralatan seadanya untuk mencegah kobaran api meluas.

“Setibanya di TKP, petugas gabungan bersama warga langsung melakukan upaya pemadaman secara manual menggunakan ranting kayu serta membuat sekat pemisah agar api tidak merembet ke area permukiman atau lahan sekitar,” ujar AKP Erik Riskandar.

Berkat kesiapsiagaan dan kerja sama padat karya di lapangan, kobaran api akhirnya berhasil dipadamkan sepenuhnya sekira pukul 21.30 WIB.

Tidak ada korban jiwa maupun kerugian material (nihil) dalam insiden ini. Luas lahan kebun bambu yang terdampak kebakaran diperkirakan mencapai ±200 meter persegi.

Pihak Polsek Sukahaji saat ini telah mendatangi TKP, mencatat keterangan saksi-saksi, serta melakukan penyelidikan lebih lanjut untuk mengetahui penyebab pasti terjadinya kebakaran tersebut. Kepolisian juga mengimbau warga agar tetap waspada dan tidak melakukan pembakaran sampah atau lahan secara sembarangan.