DPW P.P.S.I Jawa Barat Dorong Digitalisasi Penjurian Pencak Silat Tradisi

Lembaga37 Dilihat

Reformasiaktual.com//BANDUNG — Dewan Pimpinan Wilayah Persatuan Pencak Silat Indonesia (DPW P.P.S.I) Jawa Barat sukses menggelar Bimbingan Teknis (Bimtek) Digitalisasi Penilaian dan Penjurian Pencak Silat Tradisi Jawa Barat, Minggu (9/8/2026).

Kegiatan yang diikuti perwakilan juri dari seluruh DPD P.P.S.I se-Jawa Barat tersebut menjadi bagian dari upaya DPW P.P.S.I Jawa Barat meningkatkan kualitas, profesionalisme, objektivitas, dan transparansi sistem penilaian pencak silat tradisi melalui pemanfaatan teknologi digital.

Bimtek dibuka langsung oleh Ketua Umum DPW P.P.S.I Jawa Barat H. Dadang Hermansyah, S.E., Ak., M.M., CA., CLA., didampingi jajaran pengurus DPW P.P.S.I Jawa Barat serta Ketua Pelaksana Deden Dinar Mukti.

Kegiatan tersebut juga dihadiri perwakilan Balai Pelestarian Kebudayaan (BPK) Jawa Barat dan Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) Provinsi Jawa Barat sebagai bentuk perhatian terhadap pengembangan dan pelestarian pencak silat tradisi.

Dalam kegiatan tersebut, para peserta tidak hanya mendapatkan pembekalan mengenai teknis kejurian, tetapi juga diperkenalkan dengan sistem penilaian berbasis digital.

Materi kejurian disampaikan oleh Iwan Gunawan, S.E. dan Deden R. Gumilar, S.E. selaku Dewan Hakim, serta Entah Supriatna dan Agus Suhendra, S.H. selaku Dewan Juri.

Pada sesi pertama, peserta mendapatkan pemaparan mengenai pedoman kejurian dan kode etik juri. Materi tersebut menjadi dasar bagi para juri dalam memahami tugas dan tanggung jawabnya selama menjalankan proses penilaian.

Para juri juga ditekankan pentingnya menjaga integritas, objektivitas, profesionalisme, serta konsistensi dalam memberikan penilaian terhadap setiap peserta pencak silat tradisi.

Memasuki sesi berikutnya, peserta mendapatkan materi mengenai digitalisasi penilaian dan penjurian yang disampaikan oleh tim IT dan Digital DPW P.P.S.I Jawa Barat.

Para juri diperkenalkan dengan penggunaan perangkat keras (hardware) dan perangkat lunak (software) yang mendukung proses penilaian. Sistem digital tersebut diharapkan dapat mempermudah proses input nilai, pengolahan data, rekapitulasi, hingga dokumentasi hasil penjurian.

Penerapan sistem digital juga diharapkan mampu meminimalkan potensi kesalahan dalam pengolahan nilai serta membuat proses penilaian menjadi lebih cepat, tertib, transparan, dan terdokumentasi.

Selain penyampaian materi, Bimtek diisi dengan praktik atau peragaan jurus pencak silat oleh para juri. Praktik tersebut dilakukan untuk menyamakan persepsi mengenai aspek-aspek yang menjadi dasar penilaian pencak silat tradisi.

Melalui praktik secara langsung, para peserta dapat menguji penerapan pedoman kejurian sekaligus berdiskusi mengenai berbagai aspek penilaian yang perlu diterapkan secara konsisten dalam kegiatan maupun kompetisi pencak silat tradisi di Jawa Barat.

Rangkaian kegiatan kemudian ditutup oleh Ketua Umum DPW P.P.S.I Jawa Barat H. Dadang Hermansyah, didampingi Dewan Penasihat Mayjen TNI (Purn.) Prihadi Agus Irianto.

Dalam kesempatan tersebut, kegiatan juga dilanjutkan dengan pelantikan dan pengesahan jajaran kejurian DPW P.P.S.I Jawa Barat.

Melalui Bimtek dan pelantikan tersebut, DPW P.P.S.I Jawa Barat menegaskan komitmennya untuk terus meningkatkan kualitas sumber daya manusia di bidang kejurian sekaligus mendorong modernisasi sistem penilaian tanpa menghilangkan nilai-nilai tradisi yang menjadi jati diri pencak silat Jawa Barat.

Dengan demikian, digitalisasi tidak hanya menjadi bagian dari perkembangan teknologi, tetapi juga diharapkan menjadi instrumen untuk memperkuat objektivitas, transparansi, dan profesionalisme dalam menjaga kualitas pencak silat tradisi di Jawa Barat.

(Undang S.)