Penyaluran Bantuan Pangan di Garut Didorong Berjalan Kondusif, Panitia Diminta Jaga Kekompakan

Daerah154 Dilihat

ReformasiAktual.com//GARUT — Program bantuan pangan berupa beras untuk Kelompok Penerima Manfaat (KPM) di sejumlah wilayah Kabupaten Garut segera memasuki tahap pendistribusian secara bertahap. Untuk memastikan pelaksanaannya berjalan lancar, kondusif, dan tepat sasaran, seluruh panitia penyelenggara didorong untuk menjaga kekompakan serta memperkuat koordinasi di lapangan.

Bantuan pangan tersebut diperuntukkan bagi alokasi bulan Juli, Agustus, dan September 2026. Setiap KPM akan menerima bantuan sebanyak 10 kilogram beras setiap bulan, sehingga untuk alokasi tiga bulan total bantuan yang diterima mencapai 30 kilogram beras per KPM.

Kepala Bulog Sukagalih, Dely, saat ditemui awak media Reformasi Aktual, Kamis sekitar pukul 09.00 WIB, menjelaskan bahwa proses pendistribusian dilakukan secara bertahap sesuai dengan kesiapan wilayah dan panitia pelaksana.

Sebelum penyaluran dilakukan secara lebih luas, panitia penyelenggara bantuan pangan Kabupaten Garut telah melaksanakan uji coba distribusi di sejumlah wilayah di Kecamatan Tarogong Kidul, di antaranya Desa Pataruman dan Desa Sukakarya. Selanjutnya, penyaluran dijadwalkan berlangsung di Desa Mekargalih pada Jumat.

Dalam pelaksanaan di lapangan, kekompakan dan sinergitas seluruh panitia dinilai menjadi salah satu faktor penting untuk menjaga suasana tetap aman, tertib, kondusif, dan nyaman bagi masyarakat penerima manfaat.

Dely juga mengajak seluruh jajaran panitia pelaksana agar mengedepankan komunikasi dan koordinasi dalam setiap tahapan pendistribusian. Perbedaan tugas maupun tanggung jawab di lapangan diharapkan tidak menjadi penghambat, melainkan dapat disatukan melalui kerja sama yang baik.

Menurutnya, setiap personel yang terlibat memiliki peran masing-masing dalam mendukung kelancaran program. Karena itu, seluruh panitia diharapkan dapat menjalankan tugas dan fungsinya secara profesional, saling membantu, serta mengutamakan kepentingan masyarakat penerima bantuan.

Kondusifitas dan kekompakan panitia menjadi bagian penting dalam menciptakan proses distribusi yang tertib. Dengan koordinasi yang solid, potensi kendala di lapangan dapat segera dikomunikasikan dan dicarikan solusi secara bersama-sama.

Selain itu, panitia diharapkan memberikan pelayanan yang humanis kepada KPM, sehingga proses pengambilan bantuan dapat berlangsung dengan tertib tanpa menimbulkan kerumunan maupun kesalahpahaman.

Semangat kebersamaan tersebut diharapkan terus dipertahankan selama seluruh tahapan distribusi bantuan pangan berlangsung. Dengan demikian, bantuan yang diberikan pemerintah dapat benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat yang telah ditetapkan sebagai penerima.

Program bantuan pangan ini diharapkan mampu membantu meringankan kebutuhan masyarakat sekaligus memperkuat kepedulian pemerintah terhadap ketahanan pangan masyarakat.

Seluruh pihak yang terlibat juga diharapkan terus menjaga sinergitas, komunikasi, transparansi, kekompakan, dan kondusifitas, sehingga pelaksanaan pendistribusian bantuan pangan di Kabupaten Garut dapat berjalan lancar dari awal hingga selesai.

Toni R