Karnaval HUT RI Ke-81 di Cicaheum Angkat Pesan Sosial: Warga Soroti Judol dan Korupsi

Entertainment130 Dilihat

BANDUNG // REFORMASIAKTUAL.COM — Peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia di lingkungan RW 04, Kelurahan Cicaheum, Kecamatan Kiaracondong, Kota Bandung, Minggu (17/8/2026), berlangsung meriah sekaligus sarat pesan sosial.

Puluhan warga yang mengikuti karnaval tidak hanya membawa bendera Merah Putih dan berbagai atribut kemerdekaan. Sejumlah peserta juga membawa poster berisi kritik sosial, di antaranya bertuliskan “KORBAN JUDOL”, “TIPEDEKA”, “KORUPSI”, hingga “CALEG Gagal”.

Pesan tersebut sontak menarik perhatian masyarakat yang menyaksikan jalannya karnaval. Bagi warga, momentum kemerdekaan tidak semata-mata dirayakan melalui hiburan, tetapi juga dapat menjadi ruang untuk menyampaikan kepedulian terhadap berbagai persoalan yang dinilai masih terjadi di tengah masyarakat.

Ketua Karang Taruna RW 04 Kelurahan Cicaheum, Kang Andri, mengatakan pemasangan poster tersebut merupakan bentuk ekspresi dan pengingat sosial dari warga.

«“Kami merayakan kemerdekaan, tapi kami juga harus jujur. Masih banyak warga yang menjadi korban judi online dan persoalan korupsi. Lewat karnaval ini kami ingin menyampaikan bahwa merdeka itu harus sehat, sejahtera, dan bebas dari hal-hal yang merusak,” ujar Kang Andri.»

Menurutnya, maraknya judi online menjadi salah satu persoalan yang perlu mendapat perhatian bersama karena dapat berdampak terhadap kondisi ekonomi maupun keharmonisan keluarga dan lingkungan sosial.

Ia berharap momentum HUT RI ke-81 dapat dimanfaatkan masyarakat untuk saling mengingatkan, khususnya generasi muda, agar tidak terjerumus dalam aktivitas yang dapat merugikan diri sendiri maupun keluarga.

«“Kami tidak anti kemeriahan. Tetapiy kemeriahan juga harus memiliki pesan. Jangan sampai anak cucu kita kehilangan masa depan karena judi online,” katanya.»

Karnaval warga RW 04 Cicaheum tersebut pun menjadi gambaran bahwa perayaan kemerdekaan dapat dikemas secara kreatif sekaligus menjadi sarana menyampaikan pesan sosial.

Meski demikian, sejumlah tulisan pada poster merupakan ekspresi dan kritik sosial warga, bukan tuduhan yang ditujukan kepada individu atau pihak tertentu. Karena itu, substansi kritik tersebut perlu ditempatkan sebagai bentuk aspirasi masyarakat dan tidak serta-merta dimaknai sebagai pernyataan mengenai adanya tindak pidana yang dilakukan pihak tertentu.

Bagi warga RW 04 Cicaheum, semangat kemerdekaan diharapkan tidak berhenti pada perayaan seremonial. Kemerdekaan juga dimaknai sebagai upaya membangun lingkungan yang aman, sehat, sejahtera, serta mendorong masyarakat untuk bersama-sama menjauhi berbagai perilaku yang dapat merugikan kehidupan sosial.

Red