Diduga Acungkan Jari Tengah Saat Pengibaran Merah Putih, Ketua Pemuda LIRA Bantaeng Desak Bupati Bertindak

Lembaga57 Dilihat

BANTAENG // reformasiaktual.com -Ketua Pemuda LIRA Kabupaten Bantaeng, Andi Yusdanar Hakim, angkat bicara terkait seorang manusia yang diduga mengacungkan jari tengah saat prosesi pengibaran Bendera Merah Putih di Tribun Pantai Seruni, Bantaeng, pada 17 Agustus 2026.

Andi Yusdanar Hakim menilai, apabila sosok tersebut benar merupakan manusia atau bagian dari lingkungan Pemerintah Kabupaten Bantaeng, tindakan itu tidak patut dilakukan dan dinilai tidak menghargai marwah kemerdekaan Republik Indonesia.

Menurutnya, momentum pengibaran Merah Putih pada Hari Kemerdekaan bukanlah sesuatu yang pantas diperlakukan secara sembarangan. Terlebih, kemerdekaan Indonesia diraih melalui perjuangan panjang dan pengorbanan para pahlawan.

“Saya berharap, jika benar salah satu tenaga ahli atau stafsus Pemda Bantaeng, saya harap Bupati Bantaeng mencopot. Tidak etis itu. Ini hari kemerdekaan, hari besarnya kita bangsa Indonesia, di mana merebut kemerdekaan ini tidak gampang,” tegas Andi Yusdanar Hakim.

Ia menilai, seorang manusia atau siapa pun yang berada dalam lingkup pemerintahan seharusnya mampu menjadi contoh dalam menghormati simbol negara dan momentum nasional.

Andi Yusdanar juga melontarkan kritik keras terhadap dugaan sikap tersebut.

“Mungkin saja nenek moyangnya orang ini tidak pernah berjuang untuk Republik Indonesia sehingga dianggap enteng hari kemerdekaan Indonesia,” ujarnya.

Lebih lanjut, Andi Yusdanar Hakim mengecam keras gestur yang dinilainya tidak pantas tersebut. Ia meminta agar pemerintah daerah tidak membiarkan persoalan itu berlalu begitu saja apabila setelah dilakukan klarifikasi terbukti bahwa yang bersangkutan memang merupakan bagian dari lingkup pemerintahan.

“Saya mengecam keras gestur manusia satu ini di Bantaeng tersebut. Kalau memang terbukti, saya meminta untuk dicopot. Seorang yang dianggap tidak memiliki adab dan tidak menghargai marwah kemerdekaan, tidak usah dimasukkan dalam lingkup pemerintahan,” tutup Andi Yusdanar Hakim.

AGUS