LIMAPULUH KOTA – Bungsu Aerosport Club (BAC) di Taeh Bukik, Gunung Bungsu, Kabupaten Limapuluh Kota, disebut telah menjadi salah satu pusat pembinaan atlet paralayang terbaik di Indonesia setelah melahirkan atlet berprestasi hingga tingkat dunia.
Pelatih BAC, Widodo Yuda Kusuma, berharap pemerintah daerah memberi perhatian lebih terhadap pembinaan, fasilitas, dan sarana latihan para atlet.
Harapan itu disampaikan Widodo saat latihan bersama atlet paralayang se-Sumatera Barat di arena latihan Gunung Bungsu, Taeh Bukik, Kabupaten Limapuluh Kota, Minggu (30/8/2026), dalam kegiatan yang berlangsung pada 29–30 Agustus 2026.
Widodo menjelaskan, klub yang berdiri sejak 2013 itu telah mencatat sederet prestasi internasional, di antaranya medali emas FAI World Accuracy Championship di Sopot, Bulgaria (2023), juara dunia sekaligus medali emas Paragliding Accuracy World Cup (PGAWC) di Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat (2024), serta medali emas pada kejuaraan internasional di Thailand (2025). Di tingkat nasional, BAC juga meraih medali emas pada Porprov Sumatera Barat di Padang Pariaman (2018) dan PON Papua (2021).
Menurutnya, BAC telah melahirkan sedikitnya empat atlet berprestasi internasional. Namun, hingga kini pembinaan masih menghadapi keterbatasan sarana dan prasarana. Saat ini sebanyak 47 atlet aktif berlatih di klub tersebut.
Widodo mengatakan pembinaan dilakukan dengan disiplin ketat sejak usia dini, mulai dari siswa kelas V SD hingga kelas III SMP. Targetnya, atlet mampu menembus level nasional setelah tiga tahun berlatih dan mencapai level internasional pada tahun keempat.
Latihan rutin BAC dilaksanakan setiap Kamis hingga Minggu di Gunung Bungsu, sedangkan pada masa libur sekolah latihan digelar setiap hari untuk meningkatkan jam terbang atlet.
Widodo mengaku prihatin karena hingga kini belum pernah ada kunjungan pemerintah daerah ke lokasi latihan. Ia meminta Bupati Limapuluh Kota memberikan perhatian dengan memperbaiki akses jalan menuju Gunung Bungsu, lapangan pendaratan (landing area), serta membantu penyediaan peralatan terbang.
Selain mencetak prestasi olahraga, Widodo menilai kawasan latihan paralayang Gunung Bungsu juga berpotensi menjadi destinasi wisata olahraga yang mampu menggerakkan UMKM dan meningkatkan perekonomian masyarakat Taeh Bukik.
(Adju)













