Gajah Zidan di TMSBK Makin Agresif, Pawang Sampai Patah Tulang

Daerah39 Dilihat

Reformasiaktual.com//BUKITTINGGI – Gajah Sumatera bernama Zidan di Taman Marga Satwa dan Budaya Kinantan (TMSBK) semakin agresif sehingga membahayakan pawang.

Hal itu disampaikan Walikota Bukittinggi, Ramlan Nurmatias saat jumpa pers di Aula Balai Kota Bukittinggi Lantai 1, Senin (14/9/2026).

Zidan telah menghuni TMSBK selama 25 tahun sejak didatangkan pada 2001 saat masih berusia sembilan tahun.

Selama menjadi warga TMSBK Zidan berperilaku normal seperti hewan lainnya, namun sejak tahun 2022, perilaku Zidan berubah semakin agresif hingga harus dirantai demi keselamatan petugas dan pengunjung.

Dengan umur yang sudah memasuki usia 30 tahun, Dokter hewan menyebut Zidan kini termasuk kategori gajah tua.

Dengan kondisi Zidan yang semakin agresif dan tidak diketahui penyebabnya secara pasti, Pemkot Bukittinggi sudah menyurati Badan Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) meminta penanganan serta translokasi Zidan.

“Pemko Bukittinggi sudah menyurati sebanyak enam kali kepada BKSDA agar Zidan mendapatkan penanganan serius, surat yang ke enam di bulan Desember 2024,” ungkap Ramlan Nurmatias.

“BKSDA hanya membalas satu kali surat dari Pemko Bukittinggi, dengan usulan pemindahan Zidan ke Taman Satwa Kandi, Kota Sawahlunto, namun sampai saat ini belum terealisasi, ” tambah Ramlan Nurmatias.

Ramlan Nurmatias mengatakan bahwa selama Zidan berperilaku agresif, sudah dua orang pawang yang mengalami patah tulang, salah satunya Legianto, yang terkena bagian pinggangnya, dan saat ini sudah mengundurkan diri.

Kepala Dinas Pariwisata Kota Bukittinggi, yang hadir saat konferensi pers juga mengatakan bahwa,” saat akan memindahkan rantai Zidan ke salah satu kaki lainnya, Zidan harus dibius dulu, karena terlalu agresif dan membahayakan pawang serta dokter.”

Saat ini Dinas Pariwisata Kota Bukittinggi sudah membentuk team khusus untuk menangani Zidan, agar tidak salah dalam penanganan perilaku agresifnya, sehingga tidak lagi mencederai gajah betina dan pawang, sambil menunggu keputusan pemindahan Zidan melalui BKSDA.
(Adju)