Jalan Rusak di Dusun Botto Lampe Kembali Memakan Korban, Warga Gotong Royong Perbaiki Secara Swadaya

Daerah34 Dilihat

BARRU// REFORMASIAKTUAL.COM — Kondisi jalan yang rusak dan berlubang di ruas jalan poros kabupaten yang menghubungkan Dusun Botto Lampe, Desa Lompo Tengah, dengan Dusun Tokkene, Desa Kading, Kecamatan Tanete Riaja, Kabupaten Barru, kembali menjadi perhatian warga.

Pada Rabu (16/9/2026), sejumlah warga Dusun Tokkene bersama warga Dusun Umpunge kembali melakukan gotong royong memperbaiki bagian jalan yang mengalami kerusakan, khususnya titik jalan di wilayah Dusun Botto Lampe.

Perbaikan dilakukan secara sederhana dengan mengecor sejumlah bagian jalan yang berlubang. Kegiatan tersebut dilakukan secara swadaya masyarakat sebagai bentuk kepedulian terhadap keselamatan pengguna jalan.

Menurut warga, kondisi jalan yang berlubang tersebut selama ini cukup membahayakan, terutama bagi pengendara sepeda motor. Sejumlah pengendara, termasuk anak sekolah maupun orang dewasa, disebut pernah terjatuh ketika melintasi titik jalan yang rusak tersebut.

Kegiatan gotong royong tersebut dikoordinasikan salah seorang tokoh masyarakat, Dampos Koramil 1405-08 Tanete Riaja, PELDA H. A. Rahman Nur, S.Pd., bersama sejumlah anggota Koramil yang turut mendampingi masyarakat.

Dalam kegiatan tersebut, bantuan material berupa semen berasal dari beberapa pihak, di antaranya:

  1. Dampos Koramil 1405-08 Tanete Riaja sebanyak 5 zak semen;
  2. Hj. Halwiyah sebanyak 2 zak semen;
  3. Kahar sebanyak 2 zak semen.

Warga mengatakan, kegiatan perbaikan secara swadaya tersebut bukan baru kali ini dilakukan. Dari tahun ke tahun, masyarakat secara bersama-sama mengumpulkan dana dan material untuk memperbaiki bagian jalan yang rusak agar masih dapat dilalui dengan lebih aman.

Warga Harap Pemerintah Segera Turun Tangan

Masyarakat berharap Pemerintah Kabupaten Barru melalui dinas terkait, khususnya instansi yang menangani infrastruktur jalan, dapat segera melakukan penanganan secara permanen terhadap ruas jalan tersebut.

Warga menyebut panjang bagian jalan yang mengalami kerusakan kurang lebih satu kilometer. Ruas tersebut dinilai memiliki peran penting karena menjadi akses bagi masyarakat dari sejumlah wilayah, di antaranya Kampung Tokkene, Pijjae, Umpunge, dan Padang Mallorie.

Selain digunakan untuk aktivitas sehari-hari, jalan tersebut juga menjadi salah satu akses masyarakat dalam mengangkut hasil bumi menggunakan kendaraan roda empat.

“Jalan ini merupakan akses penting bagi masyarakat. Kami berharap pemerintah segera melakukan perbaikan atau pengaspalan agar tidak semakin membahayakan pengguna jalan,” ujar salah seorang warga.

Masyarakat menilai perbaikan secara manual melalui pengecoran swadaya hanya dapat menjadi solusi sementara. Kondisi jalan yang terus dilalui kendaraan membuat hasil perbaikan tersebut dikhawatirkan tidak mampu bertahan dalam jangka panjang.

Bagi masyarakat, kondisi jalan yang layak merupakan salah satu penunjang aktivitas dan perputaran ekonomi. Akses jalan yang baik akan memudahkan masyarakat membawa hasil pertanian maupun kebutuhan lainnya dari dan menuju wilayah mereka.

Melalui pemberitaan ini, masyarakat berharap keluhan mengenai kondisi jalan tersebut dapat menjadi perhatian Pemerintah Kabupaten Barru dan pihak terkait agar dilakukan pengecekan serta penanganan sesuai kewenangan.

AGUS