TASIKMALAYA // ReformasiAktual.com- Penggunaan anggaran Bantuan Operasional Satuan Pendidikan (BOSP) Tahun Anggaran 2025 di SMKN 1 Rajapolah, Kabupaten Tasikmalaya, menjadi perhatian dan memerlukan penjelasan lebih lanjut, khususnya terkait alokasi anggaran pemeliharaan sarana dan prasarana.
Berdasarkan dokumen anggaran yang diperoleh, tercatat alokasi pemeliharaan sarana dan prasarana sebesar Rp867.647.700 dari total pagu BOSP sebesar Rp3.682.070.000.
Anggaran tersebut tercatat terbagi dalam dua tahap. Pada tahap pertama, alokasi pemeliharaan sarana dan prasarana tercatat sebesar Rp479.036.500, sedangkan pada tahap kedua tercatat sebesar Rp388.611.200.
Dari sisi perhitungan, 20 persen dari total pagu Rp3.682.070.000 adalah sekitar Rp736.414.000. Dengan demikian, terdapat selisih sekitar Rp131.233.700 apabila seluruh alokasi Rp867.647.700 tersebut ditempatkan dalam perhitungan batas 20 persen.
Namun, angka tersebut belum dapat dijadikan kesimpulan mengenai adanya pelanggaran atau penyimpangan. Hal yang lebih penting adalah memastikan dasar penganggaran, jenis kegiatan, komponen belanja, serta ketentuan yang menjadi dasar penggunaan anggaran tersebut.
Karena itu, diperlukan pencocokan antara dokumen perencanaan dan realisasi, antara lain RKAS, perubahan RKAS apabila ada, Buku Kas Umum, bukti transaksi, nota, serta dokumen pertanggungjawaban atas setiap pekerjaan.
Pemeriksaan dokumen tersebut diperlukan untuk mengetahui jenis pekerjaan, volume, spesifikasi, nilai belanja, waktu pelaksanaan, serta pihak yang menerima pembayaran. Selain itu, kondisi fisik pekerjaan di lapangan juga penting dibandingkan dengan dokumen realisasi anggaran.
Dengan jumlah peserta didik penerima BOSP yang tercatat sebanyak 2.287 siswa, serta sekitar 140 guru dan tenaga kependidikan, transparansi dan akuntabilitas pengelolaan anggaran menjadi hal yang penting untuk diketahui publik sesuai ketentuan yang berlaku.
Pada Rabu (23/9/2026), Tim jurnalis mendatangi SMKN 1 Rajapolah untuk meminta konfirmasi terkait penggunaan anggaran tersebut.
Saat tiba di sekolah, jurnalis terlebih dahulu ditemui petugas keamanan. Setelah menyampaikan maksud kedatangan untuk meminta bertemu dengan pihak yang menangani urusan tata kelola sekolah, jurnalis diarahkan untuk menunggu.
Tidak lama kemudian, petugas keamanan menyampaikan bahwa pihak yang hendak ditemui sedang menjalankan tugas ke luar kota, disebut menuju Bekasi.
Dalam kesempatan tersebut, jurnalis kemudian tetap berada di sekitar ruang keamanan sekolah. Tidak lama berselang, terlihat sebuah sepeda motor Yamaha Vixion keluar dari area sekolah dengan pengendara yang disebut-sebut sebagai pihak yang sebelumnya hendak ditemui.
Tim Jurnalis berupaya meminta kesempatan untuk melakukan konfirmasi, namun tidak terjadi komunikasi secara langsung.
Tim jurnalis tidak menyimpulkan bahwa pihak sekolah sengaja menghindari konfirmasi, karena alasan mengenai keberadaan maupun kegiatan pihak terkait belum dapat diverifikasi secara independen.
Hingga berita ini disusun, pihak SMKN 1 Rajapolah masih memiliki kesempatan untuk memberikan penjelasan mengenai dasar penganggaran, realisasi penggunaan dana, serta dokumen pendukung terkait alokasi pemeliharaan sarana dan prasarana tersebut.
Tim Media juga membuka ruang hak jawab dan klarifikasi bagi pihak sekolah maupun pihak-pihak terkait agar informasi yang disampaikan kepada masyarakat dapat diperoleh secara utuh, berimbang, dan sesuai fakta.
Gunawan







