Kadis Pendidikan Bantaeng Dorong Pelestarian Bahasa Ibu Lewat FTBI 2026

Daerah109 Dilihat

BANTAENG – reformasiaktual.com — Semangat melestarikan bahasa ibu sekaligus meningkatkan kualitas pendidikan terus digaungkan di Kabupaten Bantaeng. Hal itu terlihat dalam kegiatan Festival Tunas Bahasa Ibu Nasional (FTBI) 2026 tingkat Gugus Bissappu 2 yang resmi ditutup di SD Inpres Tala Tala, Kecamatan Bissappu, Kabupaten Bantaeng, Senin (05/10/2026).

Penutupan kegiatan tersebut dihadiri langsung oleh Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Bantaeng, Muhammad Yusuf Jarre, S.Pd., M.M., didampingi Koordinator Pengawas (Korwas) Saenong, S.Pd., M.M., sejumlah juri lomba, serta Kepala SD Inpres Tala Tala, Muhammad Ali, S.Pd.

Festival yang melibatkan sejumlah sekolah di wilayah Gugus Bissappu 2 tersebut tentu menjadi wadah bagi para siswa untuk menunjukkan kemampuan dan kreativitas mereka melalui berbagai cabang lomba yang telah disiapkan oleh panitia.
Masing-masing sekolah mengutus siswa terbaiknya untuk mengikuti perlombaan. Para peserta tidak hanya mendapatkan pendampingan dari guru dan kepala sekolah, tetapi juga mendapat dukungan langsung dari orang tua yang hadir menyaksikan dan memberikan semangat kepada anak-anak mereka.

Kehadiran para guru, kepala sekolah, siswa, dan orang tua menjadikan kegiatan tersebut tidak sekadar sebagai ajang kompetisi. FTBI juga menjadi momentum mempererat silaturahmi, kebersamaan, dan kekompakan antarwarga pendidikan di Kabupaten Bantaeng.

Bukan Sekadar Kompetisi
Festival Tunas Bahasa Ibu memiliki makna yang lebih luas dalam dunia pendidikan. Selain memberikan ruang kepada siswa untuk berkompetisi secara sehat, kegiatan ini juga menjadi sarana menumbuhkan kecintaan generasi muda terhadap bahasa ibu dan budaya daerah.
Melalui kegiatan tersebut, para siswa diharapkan semakin percaya diri dalam mengembangkan kemampuan, kreativitas, serta potensi yang mereka miliki.

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Bantaeng, Muhammad Yusuf Jarre, juga terus mendorong agar setiap sekolah dapat memberikan pelayanan pendidikan yang maksimal dan bermutu bagi peserta didik.

Menurutnya, peningkatan mutu pendidikan tidak hanya dilakukan melalui proses pembelajaran di dalam kelas, tetapi juga melalui berbagai kegiatan pengembangan bakat, kreativitas, budaya, dan karakter siswa.
Semangat kebersamaan yang terbangun dalam kegiatan FTBI diharapkan dapat terus dipertahankan dan dikembangkan di lingkungan sekolah.

Dengan demikian, setiap satuan pendidikan di Kabupaten Bantaeng diharapkan mampu terus meningkatkan kualitas pembelajaran serta menciptakan generasi yang memiliki kemampuan, karakter, dan kecintaan terhadap budaya daerah.

Kegiatan FTBI 2026 tingkat Gugus Bissappu 2 pun menjadi salah satu momentum penting dalam memperkuat komitmen bersama untuk memajukan pendidikan di Kabupaten Bantaeng.

AGUS